EmitenNews.com - Bursa saham Amerika Serikat tertekan menyusul penurunan tajam pada kontrak berjangka saham. Pergerakan negatif ini dipicu oleh laporan pendapatan dari sejumlah perusahaan teknologi besar yang dinilai mengecewakan pasar.

Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (30/10/2026), kontrak berjangka Nasdaq 100 merosot sekitar 1,6 persen. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 turut mengalami pelemahan sebesar 0,6 persen.

Tekanan pasar bermula dari perdagangan setelah jam kerja ketika saham Amazon anjlok 7 persen akibat perolehan pendapatan dan laba yang meleset dari perkiraan. Perusahaan e-commerce raksasa tersebut juga mengumumkan peningkatan tajam dalam belanja modal guna mendukung tingginya permintaan layanan kecerdasan buatan (AI).

Kondisi serupa dialami oleh Intel yang merosot hingga 23 persen setelah merilis proyeksi keuangan kuartal berjalan yang lemah di tengah indikasi penurunan permintaan pasar komputer pribadi. Di sisi lain, Sandisk turun hampir 4 persen meskipun sempat mencatatkan kinerja pendapatan yang melampaui ekspektasi.

Pelemahan sektor teknologi ini telah lebih dulu membayangi sesi reguler pada Kamis (29/10/2026). Indeks Nasdaq Composite terkoreksi 1,38 persen, sedangkan indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing melemah 0,25 persen dan 0,3 persen.

Tekanan terberat dirasakan oleh induk Google, Alphabet, yang sahamnya anjlok 12,6 persen. Penurunan drastis tersebut terjadi setelah kinerja penjualan pencarian dan iklan yang lebih rendah dari proyeksi memicu kekhawatiran pelaku pasar bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan dapat mengancam lini bisnis inti perusahaan.(*)