Pendapatan Stabil, Laba IPCC Tumbuh di Kuartal I 2026
:
0
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).
EmitenNews.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berhasil membukukan aset sebesar Rp2,03 triliun pada kuartal I 2026, sedikit turun sekitar 0,98 persen dibandingkan capaian sepanjang tahun 2025 sebesar Rp2,05 triliun.
Jumlah tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp1,18 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp859 miliar pada 2026.
Liabilitas jangka pendek pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp205 miliar, dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp420 miliar. Sehingga total liabilitas IPCC pada periode tersebut mencapai Rp626 miliar, turun sekitar 10,19 persen dibandingkan posisi 2025 sebesar Rp697 miliar. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp1,41 triliun pada kuartal I 2026.
Dari sisi usaha, IPCC meraup pendapatan operasi sebesar Rp202 miliar pada kuartal I 2026, relatif stabil atau turun tipis sekitar 0,49 persen dibandingkan capaian tahun 2025 sebesar Rp203 miliar.
Setelah dikurangi beban pokok pendapatan, IPCC membukukan laba bruto sebesar Rp83 miliar pada kuartal I 2026, meningkat sekitar 7,79 persen dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp77 miliar.
Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp68 miliar, naik sekitar 7,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp63 miliar.
Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan IPCC tercatat sebesar Rp52 miliar pada kuartal I 2026, meningkat sekitar 1,96 persen dibandingkan capaian tahun 2025 sebesar Rp51 miliar.
Atas kinerja tersebut, laba per saham dasar (EPS) IPCC tercatat sebesar Rp29,04 per saham pada kuartal I 2026, meningkat sekitar 3,20 persen dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp28,14 per saham.
Related News
Hilmi Panigoro Jual Saham MEDC Rp17 Miliar, Porsi Tersisa 0,11 Persen
AKRA Raup Laba Rp656 Miliar Ditopang Pertumbuhan Pendapatan Q1 2026
Aset WIFI Meroket 417 Persen, Kinerja 2025 Melonjak Pesat
IKPM Comeback! Pendapatan dan Laba Tumbuh di Q1 2026
Akumulasi Rugi EMAS Membengkak di 2025, Boro-Boro Bisa Bagi Dividen
Kinerja Solid, SMBC Kuartal I Catat Laba Rp456 Miliar





