Pengendali Serok 2,8 Miliar Lembar, Saham INET Mulai Bangkit
:
0
Pengurus Sinergi Andalan kala menjelaskan perkembangan kinerja perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Abadi Kreasi Unggul Nusantara menambah koleksi saham Sinergi Inti Andalan Prima (INET). Itu dilakukan sang pengendali perseroan tersebut dengan mengemas 2,8 miliar eksemplar. Transaksi senyap tersebuh dituntaskan pada 12 Januari 2026.
Transaksi dibidani oleh dua sekuritas. Broker yang bahu membahu dalam transaksi tersebut yaitu Yakin Bertumbuh Sekuritas, dan Semesta Indovest Sekuritas. Sayangnya, transaksi akumulasi saham perseroan tersebut dilakukan dalam tradisi senyap.
Namun, kalau dikalkulasi dengan penutupan perdagangan saham perseroan edisi 12 Januari di level Rp492 per helai, transaksi tersebut bisa bernilai Rp1,37 triliun. Dengan transaksi itu, koleksi saham Sinergi Andalam dalam pangkuan Abadi Kreasi makin tebal.
Tepatnya, menjadi 8,16 miliar eksemplar alias setara dengan 54,93 persen. Melonjak 8,26 persen dari episode sebelum transaksi dengan timbunan saham hanya 5,36 miliar lembar. Donasi saham sebelum transaksi itu, selevel dengan 46,67 persen.
Publik mengemas 1,42 miliar lembar setara 45,07 persen. Jumlah saham free float 4,22 miliar lembar alias 44,05 persen naik dari 43,88 persen. Total pemegang saham 84.142 pihak, bertambah 23.323 pihak alias 38,34 persen dari edisi November 2025 sebanyak 60.819 pihak.
Di sisi lain, saham INET kemarin bangkit dari zona merah. Menguat tipis yaitu 10 poin alias 2,04 persen menjadi Rp500. Hanya, kalau dikalkulasi dalam tempo lima hari terakhir, saham perseroan telah terkoreksi 190 poin atau 27,54 persen dari edisi 7 Januari 2026 di kisaran Rp690 per eksemplar. (*)
Related News
SCG Buang 12,85 Miliar Saham TPIA, Siapa yang Tampung?
BLUE Pastikan Bagi Dividen, Total Rp14,21 Miliar
MEDC Segera Bagi-Bagi Dividen Lagi, Catat Jadwal Pentingnya
Dividen PSAB Rp105 per Saham Distribusi 30 Juni, Cek Jadwal Lengkapnya
Dapat Restu, Grup Bakrie (ENRG) Gelar Rights Issue 13,5 Miliar Saham
TUGU Panen Kontribusi Anak Usaha, Laba 2025 Pratama Tembus Rp95 Miliar





