EmitenNews.com - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah pada periode sembilan bulan pertama 2026 atau 9M26. Emiten perkebunan kelapa sawit ini membukukan pendapatan sebesar Rp2,07 triliun, melonjak 55,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,33 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh pertumbuhan volume produksi CPO dan Kernel seiring beroperasinya secara penuh ketiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perseroan, serta ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata. Harga jual rata-rata CPO tercatat naik 5,9 persen secara tahunan (YoY), sementara Tandan Buah Segar (TBS) dan kernel masing-masing meningkat 6,0 persen dan 8,3 persen.

Dari sisi profitabilitas, CSRA membukukan laba usaha sebesar Rp354,58 miliar, tumbuh 17,3 persen dari Rp302,42 miliar pada 9M25, dengan marjin usaha tercatat di level 17,1 persen. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melompat 43,1 persen menjadi Rp306,09 miliar dibandingkan Rp213,92 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Adapun marjin laba bersih berada di posisi 14,8 persen.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan kekuatan fundamental bisnis dan efisiensi operasional perseroan. "Momentum perayaan ulang tahun ke-43 tersebut hadir bersamaan dengan keberhasilan Perseroan kembali membukukan penjualan tertinggi sepanjang sejarah," ujar Seman lewat siaran persnya pada Jumat (30/10).

Selain mencetak pertumbuhan kinerja keuangan, CSRA berencana membagikan dividen interim sebesar Rp15 per saham dengan total nilai Rp30,75 miliar. Pembayaran dividen interim tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada 13 November 2026 kepada para pemegang saham yang berhak.(*)