Penjualan Drop Paksa Volkswagen Pangkas 100 Ribu Karyawan
:
0
Produsen otomotif asal Jerman, Grup Volkswagen, resmi mengonfirmasi pemangkasan 50.000 pekerja tambahan sebagai langkah efisiensi akibat tekanan penjualan global.(Foto: VOI.id)
EmitenNews.com - Produsen otomotif asal Jerman, Grup Volkswagen, resmi mengonfirmasi pemangkasan 50.000 pekerja tambahan sebagai langkah efisiensi akibat tekanan penjualan global. Kebijakan ini menyusul pengurangan 50.000 karyawan yang sedang berjalan, sehingga total efisiensi tenaga kerja mencapai 100.000 posisi atau 8% dari total karyawan, sekaligus menjadi restrukturisasi terbesar dalam 89 tahun sejarah perseroan.
Keputusan ekstrem ini diambil setelah Dewan Pengawas menyetujui "Rencana Masa Depan 2030" yang diusulkan Chief Executive Officer (CEO) Oliver Blume. Strategi ini menargetkan margin operasi sebesar 9% pada 2030 dengan memangkas separuh model produksi pada 2035 serta mengurangi variasi spesifikasi kendaraan hingga 75%.
Berdasarkan laporan Biggo Finance, perusahaan menyiapkan investasi sebesar 135 miliar euro atau setara USD156,8miliar untuk belanja modal dan riset periode 2027–2031 yang difokuskan pada elektrifikasi. Namun, ketidakpastian masih membayangi operasi domestik setelah keputusan penutupan empat pabrik di Jerman—Emden, Zwickau, Hanover, dan Neckarsulm—resmi ditunda hingga akhir Juni 2027.
CEO Volkswagen Oliver Blume menegaskan komitmen perseroan di tengah efisiensi massal ini. "Persetujuan ini mengirimkan sinyal kuat untuk masa depan Grup Volkswagen. Kami akan memenuhi tanggung jawab kami terhadap seluruh tenaga kerja kami, mitra kami, dan lapangan kerja industri di seluruh dunia," kata Blume dalam pernyataan resminya.
Penurunan kinerja perusahaan dipicu oleh makin tergerusnya pangsa pasar di Tiongkok yang menyusut lebih dari 20% tahun ini akibat gempuran produsen lokal, lesunya penjualan di Eropa, serta hambatan tarif di Amerika Serikat. Sepanjang semester I tahun ini, unit penjualan kendaraan Volkswagen melorot 8,4% secara tahunan (year-on-year), yang mendorong penurunan laba operasional sebesar 11,6%.
Reaksi pasar modal tercatat fluktuatif pascapengumuman; saham Volkswagen sempat melonjak 10% di Bursa Saham Frankfurt sebelum kembali terkoreksi, dengan akumulasi penurunan nilai saham masih di atas 20% sejak awal tahun. Perwakilan pemegang saham dari Union Investment, Moritz Kronenberger, menyoroti tantangan eksekusi ke depan. "Bola sekarang sepenuhnya berada di tangan dewan manajemen," ujar Kronenberger.(*)
Related News
KISI Challenge Kembali Hadir Bertema Beyond Tomorrow
45 Emiten Ikut Public Expose Live 2026, Intip Daftarnya
IHSG & IDXHEALTH Dibuka Menguat Sentimen Erupsi GAK, 3 Sektor Tertekan
Ikuti Wall Street, IHSG Orbit Zona Merah
IHSG Sepekan & Proyeksi, Big Banks RI Sukses Jala Inflow Asing Rp3,19T
IHSG Sideways, Borong Saham INET, CUAN, EMAS, dan PTRO





