Penjualan Global Sido Muncul (SIDO) Jangkau 34 Negara, Meningkat 13%
:
0
Ilustrasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyiapkan belanja modal sekitar Rp120 miliar sampai Rp150 miliar pada 2026. Dok. SIDO.
EmitenNews.com - Fokus efisiensi, dan pemeliharaan mesin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyiapkan belanja modal sekitar Rp120 miliar sampai Rp150 miliar pada 2026. Hingga semester I 2026, emiten industri jamu dan farmasi itu, telah merealisasikan sekitar Rp24 miliar dari anggaran tersebut. Menariknya, kontribusi penjualan global, yang menjangkau 34 negara meningkat sekitar 13%.
Dalam acara Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026), Direktur SIDO Budiyanto mengatakan, belanja modal tahun ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pemeliharaan mesin. Perseroan tidak mengalokasikan capex untuk menambah kapasitas produksi. Pasalnya, tingkat utilisasi pabrik masih berada di kisaran 50%-55%.
"Kami gunakan dana capex itu untuk efisiensi dan pemeliharaan mesin. Tidak ada untuk peningkatan kapasitas. Semuanya masih cukup karena utilisasi kita baru sekitar 50% hingga 55%," kata Budiyanto.
Kondisi kapasitas produksi yang masih memadai membuat SIDO lebih memilih mengoptimalkan fasilitas yang telah dimiliki. Dengan demikian, belanja modal diarahkan untuk menjaga keandalan mesin sekaligus mendukung efisiensi proses produksi.
Sementara itu, dari sisi keuangan, posisi kas SIDO tetap kuat. Per 30 Juni 2026, perseroan mencatat kas sebesar Rp476 miliar, meningkat tipis dibandingkan posisi akhir tahun buku 2025 sebesar Rp463 miliar.
Dipastikan posisi kas tersebut tetap terjaga meskipun SIDO telah mengembalikan sekitar Rp1,41 triliun kepada pemegang saham melalui pembagian dividen dan pelaksanaan pembelian kembali saham. Perseroan juga mempertahankan neraca tanpa utang.
Sido Muncul (SIDO) Terus Dorong Inovasi Produk Sumber Pertumbuhan
Di tengah strategi efisiensi, SIDO terus mendorong inovasi produk sebagai salah satu sumber pertumbuhan. Produk C+Collagen dan minuman Ready-to-Drink (RTD) berkembang menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.
Manajemen mencatat, penerimaan konsumen terhadap produk-produk tersebut turut diperkuat melalui peluncuran varian baru Alang Sari Cooling Water. Inovasi tersebut diharapkan memperkuat kontribusi segmen Makanan dan Minuman sekaligus memperluas relevansi produk SIDO, khususnya di kalangan konsumen muda.
Satu hal, selain inovasi produk, ekspansi pasar internasional menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan. Penjualan ekspor inti di luar produk minyak atsiri tumbuh 28% secara tahunan.
Related News
Siapkan RUPO 11 September, ADHI Ingin Ubah Jatuh Tempo Obligasi
Teken Transaksi Afiliasi dengan Anak Usaha, Begini Pernyataan REAL
Garap Proyek Metro Manila Subway Filipina, Ambisi WTON Pemain Global
4x Dalam Setahun, BCA (BBCA) Akan Bagi Dividen Interim Lagi Rp25/Saham
Tekanan Kinerja Jelang Suksesi Waris, Bos Sido Muncul Ungkap Kondisi
Willgo Zainar Diberhentikan sebagai Komisaris sebelum Jadi Dirut KRAS





