Per Oktober 2021, Anak Usaha Semen Indonesia (SMGR) Ekspor Klinker 1,27 Juta MT
:
0
EmitenNews.com - Semen Padang merealisasikan ekspor per September 2021 mencapai 484 persen. Itu belum kalkulasi ekspor sepanjang Oktober 2021. Kalau masuk perhitungan, anak usaha Semen Indonesia Group (SIG) ekspor mencapai 500 persen.
Sepanjang tahun ini, perseroan mematok proyeksi ekspor semen sebesar 198.600 metrik ton (MT). ”Lebih dahsyat lagi, ekspor semen setengah jadi alias klinker per Oktober mencapai 1,27 juta MT,” tutur Nur Anita Rahmawati, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, di Wisma Indarung, Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/11).
Meski begitu, capaian tersebut bilang Anita belum memenuhi target telah ditetapkan tahun ini. Ia berharap hingga pengujung tahun ini, target tersebut bisa terwujud. Saat ini, ada sejumlah negara menjadi tujuan ekspor Semen Padang. Ekspor semen itu, terdiri dari dua tipe, yaitu OPC (52.5N) untuk Australia, dan tipe OPC (42.5N) untuk Maldives, dan Sri Lanka.
Klinker diekspor ke Bangladesh. Ekspor semen menuju Australia, Maldives, dan Sri Lanka. PT Semen Padang dapat melakukan kontrak jual beli semen, dan klinker selama satu taun. Dengan kontrak jual beli itu, perseroan juga berkomitmen menjaga ketersediaan semen, dan klinker. Kontrak jual beli itu, diharap berlanjut secara berkesinambungan.
Semen Padang tidak skadar berburu profit. Sebagai BUMN, Semen Padang konsisten menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya, mengusung program pengembangan masyarakat. Per Oktober 2021, CSR sudah menembus Rp12,9 miliar. ”Itu bentuk kepedulian kami,” tegas Tubagus M dharury, Direktur Keuangan Semen Padang, Kamis (25/11).
Porsi 54 persen untuk program sosial setara Rp6,9 miliar. Lalu, pilar ekonomi Rp4,3 miliar atau 33 persen. Kemudian, pilar lingkungan 14 persen atau sekitar Rp1,8 miliar. Program sosial itu, untuk sektor usaha mitra binaan aktif CSR Semen Padang. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sektor perdagangan, dengan subsektor sembako dan kelontong 396 usaha.
Selanjutnya, sektor industri seperti industri makanan, kerajinan, perkayuan, bordir dan sulaman, dan batako 363 pelaku usaha. Menyusul sektor jasa dengan subsektor bengkel, jahit, salon, dan vendor, sejumlah 171 pelaku usaha. Sektor perikanan yakni perikanan air tawar dengan jumlah 91.
Berikutnya, sektor peternakan berupa subsektor peternakan sapi, kambing, unggas, kelinci, dan jangkrik, dengan pelaku usaha 77. Kemudian, sektor perkebunan dengan subsektor perkebunan karet dan sawit berjumlah 10 pelaku. Sektor pertanian dengan subsektor pertanian cabe, kopi, sayuran, buah, dan bunga berjumlah 7. Terakhir, sektor lain sebanyak 4 pelaku. Total mitra binaan perseroan mencapai 1.119. (*)
Related News
Hunian Rp50 Miliar ke Atas Tetap Diburu, Ini Buktinya
Perbaikan Kinerja Berlanjut, Laba Bank Neo (BBYB) Meningkat Tajam
Kinerja Q1-2026 Catat Rekor, TPIA Ubah Peta Industri Asia Tenggara
Gaspol Ekspor, Setelah Afrika Kini SMGR Bidik Eropa
Muncul Nego 56,67 Juta Saham GOTO di Harga Miring Rp2 per Lembar
Sahamnya Masih Digembok, Fajar Surya Wisesa (FASW) Sasar Usaha Baru





