Perang Tarif Landai, IHSG Bersiap Jebol Level 7.000
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali menguat 0,41 perse. Namun, terbentuk pola shooting star dan indikator stochastic berada pada overbought area. Kondisi tersebut mengindikasikan potensi pembalikan arah.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 8 Mei 2025, indeks diperkirakan bergerak pada kisaran level support 6.850, dan posisi resistance di kisaran 7.000. Pasar merespons positif rencana pertemuan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok di Swiss pada akhir pekan ini.
Pertemuan tersebut diharapkan akan mengurangi ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok akibat tarif. Hasil positif dari pertemuan tersebut diharapkan mampu meredam kekhawatiran risiko ekonomi (lonjakan inflasi, kenaikan angka pengangguran, dan perlambatan ekonomi) yang disampaikan the Fed pasca pengumuman hasil FOMC.
Tidak ada kejutan dari FOMC, di mana the Fed menahan suku bunga acuan di level 4,5 persen. Sentimen positif juga dari stimulus moneter Tiongkok berupa penurunan suku bunga reverse repo tujuh hari menjadi 1,4 persen dari edisi April 2025 di level 1,5 persen.
Lalu, menurunkan rasio cadangan perbankan 50 basis points sehingga tingkat rata-rata menjadi 6,2 persen edisi Mei 2025. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, SMRA, CTRA, PWON, ACES, dan TOWR. (*)
Related News
IHSG Ambruk 218 Poin! Sepuluh Sektor Rontok, Energi Bertahan Sendirian
IHSG Sesi I Terguncang ke 8.100 Imbas Perang, Cek Saham Minyak & Emas!
Edukasi Aset Digital, PINTU Sponsori Acara ARKI Gathering 2026
Perang Goyang IHSG, Bos BEI Ingatkan Investor
Kadin Minta Presiden Batalkan Impor Mobil Dari India
Bahlil: Perjanjian Dagang Dengan AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi





