IHSG Sesi I Terguncang ke 8.100 Imbas Perang, Cek Saham Minyak & Emas!
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada sesi I perdagangan Senin (2/3/2026). IHSG jatuh 131,76 poin atau 1,6 persen ke level 8.103,71.
Sebelumnya juga, sempat terperosok hingga minus 2,32 persen di level 8.044,15 pada awal perdagangan. Sepanjang sesi I, indeks bergerak dalam rentang 8.039 hingga 8.133.
Tekanan jual muncul seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah pasca serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, turut mengingatkan investor agar tidak terbawa sentimen jangka pendek.
“Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing Investor,” ucap Jeffrey.
Secara sektoral, hampir seluruh indeks tertekan. Hanya IDX Energy (IDXENERGY) yang bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,60 persen, seiring lonjakan harga komoditas energi global.
Sementara IDX Cyclicals (IDXCYCLICAL) ambles 5,12 persen, disusul IDX Infrastructure (IDXINFRA) turun 2,92 persen, IDX Property (IDXPROPERTY) melemah 2,63 persen, IDX Finance (IDXFINANCE) terkoreksi 2,34 persen, IDX Technology (IDXTECHNO) turun 2,30 persen, dan IDX Transportation (IDXTRANS) melemah 2,35 persen. IDX Non-Cyclicals (IDXNONCYC) turun 1,92 persen, IDX Health (IDXHEALTH) terkoreksi 1,60 persen, serta IDX Basic (IDXBASIC) turun tipis 0,15 persen.
Dari sisi saham penggerak, penguatan terbesar datang dari saham-saham emas seperti ANTM yang melonjak 4,82 persen, BRMS naik 4,12 persen, dan EMAS menguat 3,60 persen.
Saham-saham minyak juga turut menguat kencang seperti ENRG yang naik 14,2 persen, ELSA naik 7,65 persen, MEDC juga menguat 5,8 persen.
Sebaliknya, saham pemberat indeks di antaranya TPIA yang anjlok 5,59 persen, ASII turun 4,49 persen, dan BREN melemah 3,34 persen. Saham perbankan besar seperti BMRI terkoreksi 2,8 persen dan BBRI turun 1,8 persen turut menekan pergerakan indeks.
Data perdagangan menunjukkan 33,27 miliar saham ditransaksikan dengan nilai Rp16,16 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 645 saham kompak turun, dan 62 saham stagnan.
Tekanan tidak hanya terjadi di dalam negeri. Bursa Asia juga kompak melemah. Hang Seng turun 1,77 persen, Nikkei ambles 1,75 persen, dan Straits Times terkoreksi 1,86 persen. Sementara itu, Shanghai Composite justru naik tipis 0,2 persen.
Related News
Perang Goyang IHSG, Bos BEI Ingatkan Investor
Kadin Minta Presiden Batalkan Impor Mobil Dari India
Bahlil: Perjanjian Dagang Dengan AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi
Investor Cemas, IHSG Cenderung Koreksi
IHSG Susuri Level 8.025-7.861
Risiko Global Meningkat, Gulung Saham AMMN, NCKL, SMDR, dan ERAA





