Perbaikan Jalan Bisa Lebih Cepat dengan Inovasi Beton Cepat Kering SIG
:
0
Perbaikan 14 koridor jalur bus TransJakarta menggunakan beton cepat kering (SpeedCrete).
EmitenNews.com - Kemacetan di kawasan Jabodetabek masih menjadi persoalan serius dengan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp100 triliun per tahun. Salah satu pemicu kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat adalah lamanya proses perbaikan jalan yang secara konvensional bisa memakan waktu hingga dua minggu.
Melihat kondisi tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi beton cepat kering bernama SpeedCrete sebagai solusi percepatan perbaikan infrastruktur jalan.
Produk berbasis teknologi rapid setting ini memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dan siap digunakan hanya dalam beberapa jam setelah pengecoran. SpeedCrete bahkan memiliki fleksibilitas waktu setting mulai dari 3 hingga 12 jam sesuai kebutuhan proyek dan kondisi lalu lintas.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam menghadirkan solusi konstruksi modern yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Menurut Vita, SpeedCrete tidak hanya mempercepat pengerjaan proyek, tetapi juga membantu menekan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari penutupan jalan berkepanjangan.
Selain menyediakan produk beton cepat kering, SIG juga menghadirkan layanan terintegrasi mulai dari manajemen lalu lintas, pembongkaran jalan lama, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan dalam waktu singkat. Proses pengerjaan umumnya dilakukan malam hari sehingga jalan dapat kembali digunakan pada pagi hari.
SpeedCrete sendiri telah digunakan di berbagai proyek strategis seperti jalur TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, hingga sejumlah ruas tol seperti Tol Jakarta–Merak, Tol Surabaya–Mojokerto, dan Tol Jabodetabek.
SIG optimistis inovasi ini dapat memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang lebih efisien, cepat, dan minim gangguan terhadap mobilitas masyarakat.
Related News
Komitmen, GPRA Bagi Dividen 5,09 Persen Laba
DEWA Jadwal Dividen Perdana, Cum Date 7 Juli 2026
Hapsoro Absen, ini Jadwal Right Issue SINI Rp3,6 Triliun
WIFI Tabur Dividen Rp10,16 Miliar, ini Jadwalnya
IMAS Jadwal Dividen 12 Persen Laba, Cum Date 7 Juli
Target BSI (BRIS) Naik Kelas ke KBMI 4, Kejar Modal Inti di Atas Rp70T





