Percepat Pembelajaran Tatap Muka, Pemerintah Dorong Vaksinasi Anak Prioritas Awal 2022
:
0
EmitenNews.com - Vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun menjadi prioritas pada kuartal I-2022. Terutama untuk mempercepat pembelajaran tatap muka (PTM). Alasannya, anak-anak merupakan bagian dari kelompok yang rentan seperti halnya orang-orang yang berusia lanjut. Apalagi di musim libur natal dan tahun baru, tidak jarang anak-anak bertemu dengan kakek-neneknya yang sama-sama kelompok rentan terinfeksi virus corona.
"Vaksinasi Covid-19 pada anak-anak menjadi penting karena kita ketahui anak-anak termasuk golongan rentan dan sering bertemu kakek-neneknya yang juga termasuk golongan rentan," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, saat meninjau kegiatan vaksinasi anak di SDN 05 Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat (31/12/2021).
Akselerasi vaksinasi covid-19 pada anak usia 6-11 tahun dilakukan untuk mempercepat dan mendorong tercapainya kekebalan kelompok. Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka dalam memenuhi hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas.
Upaya percepatan dan perluasan vaksinasi bagi anak ini membutuhkan kolaborasi semua pihak. Baik dari pemerintah Pusat, daerah, sekolah, tenaga kesehatan, media, hingga peran serta orang tua siswa.
Menko Airlangga juga meminta kepada para orangtua siswa untuk selalu mengingatkan anaknya tentang protokol kesehatan. Membiasakan anak-anak memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman saat keluar rumah.
"Saya mohon juga kepada orang tua untuk terus mengajarkan kepada anaknya tentang protokol kesehatan," kata Ketua Umum Partai Golkar ini.
Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, sampai Kamis (30/12/2021) pukul 18.00 WIB, tercatat jumlah vaksinasi dosis 1 telah mencapai 160,28 juta penduduk atau sebesar 76,96 persen dari target. Untuk vaksinasi dosis 2 telah diberikan kepada 113,27 juta penduduk atau sebesar 54,39 persen.
Sementara itu vaksinasi dosis 3 atau booster telah diberikan kepada 1,29 juta penduduk atau sebesar 87,75 persen dari target vaksinasi tambahan. Kelompok lansia menjadi target vaksinasi penguat ini. ***
Related News
Warga Penuhi SPBU Antre BBM Usai Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu
Temui PM Wong, Pramono Buka Ruang Investasi Singapura di Jakarta
Bahlil Sebut Rp22,4T Anggaran ESDM 2027 untuk Rakyat, Ini Prioritasnya
Global Bond Perdana Diborong AS, Danantara Pede Bidik Tenor 30 Tahun
BUMN Perkebunan Ini Belajar Ternak Ayam Untuk Pasok MBG
Terjadi Jual Beli Audit BPK, ICW Beberkan Bukti Sejak Kasus Achsanul





