EmitenNews.com - PT Ashmore Asset Management Indonesia (AMOR) sepanjang kuartal pertama berakhir 30 September 2022 mencatat total dana kelolaan alias Asset Under Management (AUM) Rp33,4 triliun. Menukik 11 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp36,4 triliun. 


Itu terdiri dari pendapatan tetap Rp8,3 triliun, anjlok 26 persen dari edisi sama tahun lalu Rp11,2 triliun. Lalu, saham Rp23,9 triliun, minus 4,9 persen dari edisi sama tahun lalu Rp25,2 triliun. Dan, lainnya Rp0,2 triliun, melejit 357,4 persen dari edisi sama tahun lalu Rp0,0. 


Koreksi itu, didorong eksodus dana investasi Rp2 triliun atau USD131 juta, dan diimbangi kenaikan kinerja investasi Rp1 triliun setara USD66 juta. Selama triwulan itu, Ashmore meluncurkan empat produk baru. Satu reksa dana, dan tiga Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), dan mengumpulkan Rp1,5 triliun alias USD100 juta. 


Tingkat inflasi tinggi, kenaikan suku bunga, dan kekhawatiran resesi global telah mempengaruhi perilaku investasi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Meski begitu, pada triwulan yang berakhir September 2022 itu, pasar saham Indonesia tetap menjadi salah satu pasar dengan kinerja terbaik secara global (IHSG naik 3,3 persen versus MSCI World, turun 5,6 persen), dan reksadana saham utama Ashmore. 


Ashmore membukukan kinerja lebih baik daripada indeks acuan pada triwulan ini. Itu karena kinerja relatif lebih baik, dan dengan latar belakang nasabah lebih menghindari risiko mendorong pengambilan untung dari nasabah sepanjang periode tersebut. Reksadana pendapatan tetap melemah karena kenaikan imbal hasil, dan ekspektasi suku bunga masih naik, mendorong rotasi keluar dari tema investasi tersebut, dan kinerja Reksadana berbasis utang Ashmore membukukan kinerja di bawah acuannya triwulan ini. 


”Volatilitas pasar meningkat menjelang akhir triwulan ini, dan kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Seperti telah kita lihat pada siklus sebelumnya, dislokasi harga biasanya terjadi pada situasi seperti ini memberi peluang signifikan bagi Ashmore sebagai manajemen asset aktif yang memperoleh aset dengan fundamental kuat dengan valuasi sangat menarik, sehingga mendukung hasil kinerja jangka panjang,” tutur Ronaldus Gandahusada, Presiden Direktur Ashmore.


Ashmore terus memperluas jangkauan produk untuk mendiversifikasi, dan memberi pertumbuhan dana kelolaan, dan untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. Pada kuartal ini, perusahaan meluncurkan reksa dana syariah pasar uang pertama, Ashmore Dana Pasar Uang Syariah (ADPUS), tersedia melalui Aplikasi bMoney, kemitraan strategis perusahaan dengan Bukalapak. ”Setelah peluncuran aplikasi bMoney pada Juni 2021, BID telah menarik 680 ribu pengguna, dan meningkatkan AUM menjadi Rp1,4 triliun (USD91 juta) pada 30 September 2022,” imbuhnya. (*)