Performa Memburuk! Begini Penjelasan Soho Global Health (SOHO)
:
0
EmitenNews.com - Pendapatan Soho Global (SOHO) sejak 2020-2023 konsisten menanjak. Itu awalnya diuntungkan lonjakan permintaan produk selama pandemi Covid 19. Namun, mulai 2022 permintaan terus berkurang hingga hampir hilang seluruhnya.
Meski begitu, segmen bisnis distribusi, kontributor terbesar bagi top line grup Perseroan, terus tumbuh berkat adanya penambahan prinsipal baru, pertumbuhan bisnis organik (organic growth) dari sebagian besar prinsipal eksisting sudah ada, dan telah bekerja sama dengan grup perseroan.
Lompatan pendapatan itu, berkat strategi pemasaran dengan tetap terfokus pada pengembangan produk-produk eksklusif. Itu dilakukan dengan meningkatkan kesadaran, dan uji coba terhadap merek-merek utama perseroan. Kemudian, memperkenalkan produk-produk baru yang memenuhi kebutuhan konsumen, dan dokter.
Pada segmen bisnis distribusi, perseroan terus menambah jumlah prinsipal, dan juga lini produk. Tindakan tersebut diambil dalam meningkatkan penjualan, dan memperluas margin distribusi. Seiring pendemi Covid-19 berakhir, masa-masa keemasan itu ikut memudar.
Puncaknya, paruh pertama 2023, perseroan membukukan laba bersih Rp153,5 miliar, menurun dibanding periode sama 2022 sebesar Rp193,7 miliar. Begitu juga dengan laba bersih per 31 Desember 2022 sejumlah Rp357 miliar, mengalami koreksi dibanding laba bersih per 31 Desember 2021 sebesar Rp551 miliar.
Profitabilitas perseroan sangat dipengaruhi penurunan permintaan produk-produk milik sendiri yaitu suplemen, dan vitamin pertahanan tubuh bermargin tinggi terjadi pada akhir pandemi Covid-19. Permintaan produk Imboost, dan merek produk-produk lainnya diuntungkan selama pandemi Covid-19 turun sejak kuartal II-2022, dan penurunan tersebut terus berlanjut hingga saat ini.
Pertumbuhan penjualan atas produk-produk milik prinsipal pihak ketiga yang didistribusikan melalui segmen bisnis distribusi belum mampu mengimbangi penurunan penjualan produk-produk milik sendiri. Itu karena margin distribusi yang diperoleh perseroan sangat rendah jika dibanding keuntungan atas penjualan produk-produk milik sendiri.
Nah, untuk mendongkrak profitabilitas ke depan, tahun 2023, perseroan telah melakukan beberapa inisiatif dalam investasi, dan pengurangan biaya untuk mengatasi kondisi pasar sulit. ”Antara lain melakukan pengurangan jumlah iklan, dan promosi kepada konsumen hingga penghematan biaya personel,” jelas Yuliana, Direktur dan Corporate Secretary Soho Global Health. (*)
Related News
Kuartal III-2026, Fortune Resources (FITT) Bukukan Pendapatan Rp45,90M
Investasi Langsung, Permata Health Nusantara Tambah Porsi Saham MSIE
Jadi Preskom Asuransi Dayin (ASDM), Hendra Godjali Kantongi Izin OJK
Melihat Kinerja Emiten Keamanaan Siber CYBR di Kuartal III 2026
Berkat Inovasi Digitalisasi, Puri Sentul (KDTN) Optimis Kinerja Tumbuh
Pinjam Rp45M dari Bank INA Emiten Raffi-Nagita (VISI) Harus Penuhi Ini





