EmitenNews.com -IHSG cenderung sideways di pivot area 7100 pada perdagangan Selasa (5/12). Secara teknikal, Stochastic RSI mengindikasikan sinyal deathcross di overbought area. Dengan demikian, IHSG diperkirakan uji support area 7020-7050 di Rabu (6/12).
Sentimen utama berasal dari penemuan laporan kasus bakteri penyebab pneumonia di Indonesia dan tengah diverifikasi jumlah kasusnya oleh Pemerintah (5/12). Hal ini memicu rebound pada emiten sektor kesehatan pada perdagangan Selasa (5/12). Katalis positif ini diperkirakan akan mempengaruhi sektor kesehatan secara jangka pendek.
Di sisi lain, ekspektasi pasar bahwa The Fed dan ECB yang akan menahan sukubunga acuan di Desember 2023, membangun keyakinan bahwa BI juga akan mengambil langkah serupa. “Top Picks di Rabu (6/12) adalah ASII, BMTR, INDF, INKP, ISAT dan SIDO,” kata Valdy Kurniawan Head Of Research Phintraco sekuritas.
Sedangkan Yugen Bertumbuh Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada range support di level 6954 dan resistance ada di 7123.
William Surya Wijaya CEO Yugen Sekuritas mengatakan, pola gerak IHSG saat ini masih terlihat bergerak dalam rentang sideways yang cukup wajar dengan pola tekanan terbatas, demikian juga kenaikan belum terlihat akan bergerak secara signifikan, sedangkan masa masa pembagian dividen dari emiten masih menjadi penopang pergerakan IHSG hingga saat ini.
Sehingga momentum koreksi masih dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas. Saham pilihan jatuh pada INDF, BBNI, JSMR, BSDE, TBIG, AKRA dan KLBF.
Related News
Kejar Saham IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun





