Perkuat Bisnis Call Center, Jasnita (JAST) Akuisisi 45,45 Persen Saham PH1 Innovax
EmitenNews.com - PT Jasnita Telekomindo (JAST) mengambil alih 45,45 persen saham PH1 Innovax Pte Ltd. Transaksi itu, diharap mendongkrak kinerja perseroan bidang call center. Selanjutnya, memperluas pangsa pasar perseroan.
Selain itu, transaksi tersebut akan mendongkrak pendapatan perseroan Rp1,5-3 miliar per tahun. ”Transaksi akan sangat menguntungkan kinerja perseroan ke depan,” tutur Yentoro, Direktur Utama Jasnita Telekomindo.
Seusai penekenan perjanjian pengikatan jual beli, Jasnita akan menjadi pemegang saham PH1 Innovax Pte Ltd dengan kepemilikan saham 45,45 persen. Transaksi itu, tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan sebagai perusahaan publik.
Sebelumnya, pada Kamis (9/6) perseroan mengaku proses transaksi masih dalam tahap negosiasi final antara penjual dan pembeli, dengan nilai transaksi antara Rp12,88 miliar hingga Rp17,17 miliar, sesuai laporan penilaian saham oleh KJPP Publik.
Berdasar kesepakatan, pembayaran pembelian saham itu, dilakukan dengan sistem cicil. Sesuai prasyarat pendahuluan dalam MoU, Jasnita telah memberikan uang muka Rp5,85 miliar. Pada 17 Desember 2021, Jasnita memberikan uang muka kedua Rp2 miliar, dan pada 7 Juni 2022, Jasnita kembali memberi uang muka kedua Rp4 miliar.
Sisa pembayaran akan dilakukan paling lambat pada 30 Juni 2022, disertai dengan penyerahan saham maksimal pada 15 Juli 2022. Lalu akan dilakukan perjanjian jual beli saham atas transaksi ini. ”Sumber dana dari kas internal, dan di antara kedua belah pihak tidak terdapat hubungan afiliasi,” ucap Yentoto. (*)
Related News
Aksi Borong Direksi! Saham SIDO Dibeli di Harga Rp515 per Lembar
WOMF Bagi Dividen Rp12,28 per Saham, Catat Tanggal Pentingnya!
Danantara Caplok PNM Investment Management, Nilai Transaksi Rp345M
RUPSLB TAYS Rombak Direksi dan Komisaris
Kinerja 2025 Solid, MTEL Siap Dukung Pemerataan Digitalisasi Nasional
Pendapatan Merosot, Laba CASA Terkoreksi 7,3 Persen di 2025





