Perkuat Kapasitas, Kemenkeu Permudah Desa Kelola Anggaran Covid-19 yang tidak Terpakai
:
0
Masker warga bermasker dok Pikiran Rakyat.
EmitenNews.com - Ini bagian dari langkah pemerintah memperkuat kapasitas desa. Kasubdit Dana Desa Kementerian Keuangan Jamiat Aries Calfat menyatakan pemerintah pusat mempermudah pemerintah desa melakukan penyesuaian terhadap dana desa untuk penanganan COVID-19 yang tidak terpakai. Kemudahan itu diberikan melalui penerbitan PMK Nomor 128 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Dana Desa.
"Untuk desa-desa yang status COVID-19-nya hijau, PPKM-nya level 1, kita beri kemudahan melakukan penyesuaian apabila ada anggaran untuk penanganan pandemi yang belum tersalurkan," kata Jamiat Aries Calfat dalam Webinar Kupas Tuntas PMK 128/2022, di Jakarta, Kamis (8/9/2022).
PMK Nomor 128 Tahun 2022 dikeluarkan agar pemerintah desa dapat mengalokasikan anggaran sesuai penanganan Covid-19 yang semakin membaik.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa setidaknya 40 persen dana desa perlu dialokasikan untuk BLT desa, 20 persen untuk ketahanan pangan dan hewani, serta 8 persen untuk penanganan COVID-19.
Dengan Perpres tersebut dan PMK Nomor 190 Tahun 2021, pemerintah desa menjadi tidak berani melakukan penyesuaian terhadap sisa dana desa untuk penanganan pandemi yang tidak terpakai. Pasalnya, mereka harus memiliki keterangan kondisi pandemi dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat.
Jamiat Aries Calfat mengungkapkan, dalam PMK Nomor 128 Tahun 2022 pemerintah mempertegas bahwa penyesuaian dana penanganan Covid-19 yang tidak terpakai dapat dilakukan. Tetapi, pemerintah daerah, bupati atau wali kota sebagai suprastruktur desa memberikan surat keterangan atau rekomendasi, yang menjadi dasar keluarnya izin penggunaan dana desa Covid-19 itu. ***
Related News
Ancaman Rp360 T Dari Kisruh Investasi di Jatiluhur
Ingat Tragedi Semikonduktor 1980-an, Kisruh Data Center Jabar
Kelola Ekosistem Desa, Manajer KDKMP Digaji Hingga Rp8,3 Juta
Korupsi Motor Listrik MBG Rp1,22T Kejagung Usut Keterlibatan Korporasi
Sidang Perdana Febrie Adriansyah 7 Oktober, Kasus Korupsi dan TPPU
Ada Rocky Gerung dalam Wantimpres yang Dipimpin Eks Menko Pratikno





