Perkuat Modal Inti, Bank Victoria (BVIC) Bakal Private Placement 953,81 Juta Saham
:
0
EmitenNews.com - PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) sebagai emiten perbankan, tengah berusaha melakukan penguatan modal melalui skema private placement di pasar modal Indonesia.
Merujuk pada keterangan resmi BVIC pada laman BEI, Sabtu (23/10/2021) tertera bahwa perseroan akan melakukan PMTHMETD maksimal 953.815.298 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan. Rencana tersebut di atas dilakukan oleh Perseroan dalam rangka memperkuat struktur permodalan dan
meningkatkan jumlah saham yang beredar sehingga secara tidak langsung meningkatkan likuiditas perdagangan atas saham Perseroan. "Bilamana PMTHMETD ini dilaksanakan maka pemegang saham Perseroan akan terkena dilusi kepemilikannya sebanyak-banyaknya 9,09 persen," ujar Manajemen BVIC.
Dalam hal pemenuhan peraturan POJK No. 12 /POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum dimana Perseroan wajib memenuhi modal inti minimum sebesar Rp2 triliun pada 31 Desember 2021, maka sehubungan
dengan hal tersebut, Perseroan melihat bahwa alternatif pendanaan dalam rangka peningkatan modal disetor adalah pengeluaran saham dari portepel dengan mekanisme PMTHMETD sesuai dengan POJK No. 14/2019.
PMTHMETD ini dapat dilaksanakan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu 2 tahun terhitung sejak disetujui oleh RUPSLB Perseroan pada hari Selasa, tanggal 30 November 2021. Dana yang diperoleh dari PMTHMETD setelah dikurangi biaya-biaya, seluruhnya akan dipergunakan oleh Perseroan untuk memperkuat permodalan, penambahan modal kerja, pengembangan usaha Perseroan dan pertumbuhan usaha dalam bentuk ekspansi kredit.
Berikut adalah analisis singkat atas dampak Laporan Keuangan Perseroan sebelum rencana PMTHMETD dengan setelah PMTHMETD dengan asumsi nilai nominal sebesar Rp100 per lembar saham. Jumlah kas dan setara kas akan meningkat sebanyak-banyaknya sebesar 8,79% dari Rp1.085.327.919.641,- menjadi Rp1.180.709.449.221,- yang berasal dari dana hasil PMTHMETD sebesar Rp95.381.529.580,- atas 953.815.298 lembar saham dari PMTHMETD;
Jumlah aset akan meningkat sebanyak-banyaknya sebesar 0,42% dari Rp22.899.717.154.770,- menjadi Rp22.995.098.684.350,- yang akan diakibatkan oleh meningkatnya Giro pada Bank Indonesia yang berasal dari penerimaan dana hasil PMTHMETD. Jumlah Ekuitas akan meningkat sebanyak-banyaknya sebesar 3,55% dari Rp2.688.419.471.682,- menjadi Rp2.783.801.001.263,- sebagai akibat meningkatnya jumlah tambahan modal disetor dari hasil PMTHMETD.
Dalam menentukan harga pelaksanaan dari PMTHMETD ini, Perseroan memastikan bahwa Perseroan akan mendapatkan hasil yang optimal dan menguntungkan dari penjualan saham baru dalam rangka PMTHMETD ini. Dalam hal ini, Perseroan akan selalu mengacu pada ketentuan harga minimum pelaksanaan yang diatur di dalam Peraturan No. I-A, dengan memperhatikan kepentingan Perseroan dan pemegang saham minoritas Perseroan, serta memperhatikan kualitas dari investor yang akan menginvestasikan dananya dalam Perseroan.
Sehubungan dengan PMTHMETD ini, saham baru Perseroan akan dikeluarkan kepada satu atau beberapa calon investor yang bermaksud memiliki saham baru Perseroan. PT Victoria Investama Tbk (VICO) selaku Pemegang Saham Pengendali dan pihak terafiliasi dengan Perseroan, merupakan salah satu calon investor yang bermaksud untuk mengambil bagian dalam PMTHMETD Perseroan. Sifat hubungan Afiliasi VICO dengan Perseroan VICO adalah pemegang saham pengendali Perseroan dengan kepemilikan sebesar 43,59%.
Related News
Kaji Buyback di Tengah Saham Undervalued, Begini Rencana BTN (BBTN)
RAJA Bagi Dividen Rp274,17 Miliar, Setuju Stock Split 1:5
RUPS Gudang Garam (GGRM) Setujui Pembagian Dividen Rp1,5 Triliun
Emiten Distribusi Kimia (KKES) Siap Lanjutkan Tren Pertumbuhan Q1-2026
Grup Djarum (DATA) Angkat Hartono Tanuwidjaja Jadi Komisaris
TBLA Ketok Dividen Tunai Rp360 Miliar, Investor Kantongi Segini





