Perkuat Modal Kerja dan Pangkas Utang, CASH Tebar 996 Juta Saham Baru
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) berencana menerbitkan 996 juta saham baru melalui rights issue
EmitenNews.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 996.676.699 saham baru bernilai nominal Rp12 per saham.
Manajemen CASH dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Selasa (3/2/2026) menjelaskan, saham baru tersebut akan diterbitkan dari saham portepel Perseroan dan selanjutnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan menegaskan, saham hasil PMHMETD I memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham CASH yang telah beredar sebelumnya, termasuk hak atas pembagian dividen.
Pelaksanaan rights issue ini akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pernyataan pendaftaran Perseroan.
Untuk itu, CASH akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Mt. Bromo, Gedung Atria @Sudirman lantai 5, Jakarta Pusat.
Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk membayar sebagian utang Perseroan kepada pihak ketiga, menambah modal kerja, serta belanja modal (capital expenditure/CapEx) guna mendukung pengembangan usaha ke depan.
Manajemen CASH meyakini aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan dan operasional Perseroan, sekaligus memperkuat struktur permodalan. Penambahan modal dinilai mampu meningkatkan kapasitas ekspansi usaha yang pada akhirnya berpotensi mendorong pertumbuhan laba dan meningkatkan nilai investasi bagi para pemegang saham.
Namun demikian, Perseroan juga mengingatkan bahwa dengan bertambahnya jumlah saham beredar, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD I berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi).
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





