Perluas Layanan Ekosistem Digital, BTN Gandeng Artajasa
:
0
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi (kanan) bersama Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) Haryati Lawidjaja usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Menara BTN, Jakarta, Rabu (8/7). FOTO - Dok BTN
EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) berkolaborasi dengan Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa). Kemitraan itu, menjadi langkah nyata BTN dalam meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas layanan keuangan digital sebagai bagian dari sinergi strategis Danantara untuk memperkuat daya saing perbankan nasional.
Kolaborasi tersebut diperkuat dengan pelaksanaan teken Nota Kesepahaman (MoU) di Menara BTN, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Kerja sama itu, sejalan transformasi bisnis BTN. Dan, selama ini, jamak diketahui, BTN dikenal sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan. Namun, kini BTN bergerak menjadi pengelola ekosistem hunian lebih komprehensif.
"Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, dan berbagai solusi keuangan terintegrasi dalam satu ekosistem," tutur Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN, di Jakarta, Kamis, 8 Juli 2026.
Thomas menjelaskan BTN memenuhi seluruh kebutuhan individu maupun keluarga. Mulai transaksi keuangan dan layanan gaya hidup hingga berbagai kebutuhan finansial lainnya. Strategi tersebut didukung oleh hubungan jangka panjang BTN dengan nasabah KPR yang memiliki tingkat loyalitas tinggi.
Hubungan itu, menjadi fondasi bagi BTN untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan keterikatan dengan nasabah melalui berbagai produk tambahan. Transformasi itu, tercermin dari pertumbuhan pesat transaksi digital. Hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS BTN mencapai 118,09 juta transaksi atau tumbuh 163 persen secara year-on-year.
Nilai transaksi juga melonjak 170 persen menjadi Rp9,52 triliun. Selain itu, jaringan Agen Laku Pandai BTN bertambah 24 persen menjadi 6.843 agen dengan kontribusi nilai transaksi finansial Rp176 miliar. ”Kami butuh infrastruktur sistem pembayaran andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital sangat pesat," ucapnya.
Direktur Utama Artajasa, Haryati Lawidjaja, menyampaikan Artajasa berkomitmen untuk menghadirkan layanan transaksi keuangan digital yang cepat, efisien, resilien, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong transformasi digitalisasi Bank BTN serta seluruh anggota member jaringan Artajasa.
Transformasi digital membutuhkan fondasi infrastruktur kuat, andal, dan tepercaya. Melalui kolaborasi itu, Artajasa berkomitmen mendukung BTN dalam memperkuat kapabilitas sistem pembayaran agar mampu menjawab pertumbuhan transaksi digital, dan kebutuhan layanan keuangan terus berkembang. Kolaborasi BTN dan Artajasa tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran.
”Lebih dari itu, juga membuka peluang lahirnya inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar menghubungkan sistem, melainkan membangun kepercayaan, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi industri, dan masyarakat Indonesia," jelas Haryati.
Melalui nota kesepahaman itu, BTN dan Artajasa akan mengembangkan sejumlah layanan. Di antaranya pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan biller (billing provider), penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai BTN, pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), layanan cardless cash withdrawal, hingga eksplorasi pemanfaatan artificial intelligence, dan pengelolaan data.
Related News
IHSG Berbalik Melesat ke 5.912, DEWA dan BRPT Pimpin Reli LQ45
Bawa 2 Juta Barel Minyak, Tanker Pertamina Pride Lolos Selat Hormuz
Samuel Sekuritas Transaksi Repo Lagi di Dua Saham Ini
IHSG Siang (9/7) Tiba-Tiba Menguat, Tengok Akrobat 5 IPO Baru!
CEO Sucor Sekuritas Sebut IHSG Berpotensi Kembali ke 6.400
Dana Investasi Lewat Surat Utang Meledak 5x Lipat di Semester I 2026





