Permintaan Aset Aman Naik, Harga Emas Melonjak
:
0
Ilustrasi: Magnific
EmitenNews.com - Harga emas dunia melonjak dan berhasil merebut kembali level USD4.100 per ons menyusul hasil pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Berdasarkan data Biggo Finance, kenaikan ini terjadi setelah Partai Demokrat berhasil menyapu bersih kemenangan dengan menguasai mayoritas di kedua kamar Kongres AS.
Pergerakan politik domestik tersebut memicu penurunan pada nilai tukar Dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS di pasar keuangan global. Di pasar internasional, harga emas spot sempat naik hingga menyentuh level USD4.146,92 per ons selama perdagangan intraday, yang menandai posisi tertinggi dalam dua minggu terakhir.
Sejalan dengan tren global, pasar domestik Korea Selatan turut mencatat kenaikan signifikan pada komoditas logam mulia tersebut. Berdasarkan data Bursa Efek Korea pada Kamis (6/11/2026), 1 gram emas murni ditutup pada harga 178.460 won atau sekitar USD130 pada Rabu (5/11/2026), yang mencatat kenaikan sebesar 5,58 persen dalam kurun waktu tiga hari perdagangan.
Analis pasar dari XS.com Linh Tran menyatakan bahwa jika aliran dana investasi dan pergerakan suku bunga terus memberikan dukungan, ada kemungkinan emas akan stabil di atas USD4.000 dan pulih menuju USD4.200 serta bahkan USD4.400. Senada dengan hal tersebut, Citi menetapkan target jangka pendek dalam rentang nol hingga tiga bulan mendatang di level USD4.500 per ons.
Kendati demikian, sejumlah analis memperingatkan adanya potensi risiko di balik reli kenaikan harga logam mulia tersebut bagi para investor. Daniela Hathorn selaku analis dari platform investasi Capital.com mencatat bahwa jika pasar saham anjlok secara tajam, para investor berpotensi menjual emas dan perak untuk mendapatkan uang tunai di tengah kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter lanjutan.
Related News
Khawatir Demokrat Perketat Aturan AI, Kontrak Berjangka AS Merosot
Harga Minyak Dunia Diproyeksi Anjlok 12 Persen Sepekan
Sektor Manufaktur Triwulan III 2026 Ekspansi, IKBM Tembus 52,75
Pasar Saham AS Alami Hari Terburuk dalam 19 Bulan Terakhir
Transaksi Kripto Meningkat! Tembus Rp30,56 Triliun, Naik 31,96 Persen
Tumbuh 5,47%, Konsumsi Pemerintah Pacu Ekonomi Q3 2026





