EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia pada triwulan III-2026 tumbuh sebesar 5,47 persen dibanding triwulan III-2025 secara year-on-year. Pertumbuhan ekonomi nasional ini dipacu signifikan oleh lonjakan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah dari sisi pengeluaran.

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,22 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen.

Rilis data terbaru BPS, Kamis (5/11/2026) mencatat secara kumulatif hingga triwulan III-2026, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,45 persen c-to-c. Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dari sisi produksi tumbuh tertinggi sebesar 11,62 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah melonjak hingga 15,09 persen.

Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian nasional pada triwulan III-2026 dengan kontribusi sebesar 56,05 persen dan laju pertumbuhan mencapai 5,84 persen year-on-year.

Kinerja ketenagakerjaan per Agustus 2026 juga menunjukkan perbaikan berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional. Jumlah angkatan kerja mencapai 155,37 juta orang, bertambah 1,366 juta orang dibanding Agustus 2025, meskipun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja turun 0,26 persen poin menjadi 70,33 persen.

Jumlah penduduk bekerja bertambah 1,443 juta orang menjadi 147,99 juta orang. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyerap tenaga kerja terbesar yakni 41,73 juta orang atau 28,20 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka melandai ke angka 4,75 persen, atau turun 0,09 persen poin, dengan rata-rata upah buruh sebesar 3,42 juta rupiah.

Kualitas hidup masyarakat turut meningkat seiring kenaikan Indeks Pembangunan Manusia 2026 yang didorong pertumbuhan seluruh indikatornya. Umur Harapan Hidup saat lahir naik menjadi 74,68 tahun.

Harapan Lama Sekolah mencapai 13,34 tahun, Rata-rata Lama Sekolah meningkat menjadi 9,16 tahun, dan pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai 13,37 juta rupiah per tahun atau naik 566 ribu rupiah dari tahun sebelumnya.(*)