Permintaan Domestik Membaik, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi di Kisaran 4,5-5,3 Persen
:
0
EmitenNews.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap kuat dan berpotensi lebih tinggi. Keyakinan ini diungkapkan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, karena adanya tren kenaikan ekspor serta semakin membaiknya permintaan domestik khususnya konsumsi swasta.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV 2022 tercatat tinggi sebesar 5,01% (yoy) sehingga secara keseluruhan tahun 2022 tercatat 5,31% (yoy), jauh meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 3,70% (yoy).
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat pada 2022 terjadi di seluruh wilayah, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Jawa, Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Kalimantan, dan Sumatera.
"Untuk tahun 2023, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi akan cenderung bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3%," kata Perry usai Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (16/2).
Kinerja ekspor berpotensi akan lebih tinggi dari prakiraan semula didorong oleh pengaruh positif perbaikan ekonomi Tiongkok. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tumbuh tinggi dipengaruhi keyakinan pelaku ekonomi yang meningkat dan kenaikan mobilitas masyarakat pascapencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Investasi juga membaik didorong perbaikan prospek bisnis, peningkatan aliran masuk Penanaman Modal Asing (PMA), serta penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlanjut.(*)
Related News
Bayar Bunga Obligasi dan Sukuk, KAI Alokasikan Rp38,3 Miliar
Perluas Pembiayaan Hingga Wilayah 3T, PNM Perkuat Fondasi Ekonomi
Asuransi Jasindo Serahkan Klaim Rp17,6 Miliar kepada Kemenag
Sinyal Suku Bunga Fed Tahan Indeks Dolar AS di Level 100
Airlangga: Impor Mesin Melesat, Sinyal Produksi Geliat
Sinyal Damai Selat Hormuz Tekan Harga Minyak di Kisaran USD80





