Pertegas Peringkat Emiten Boy Thohir (PALM) idA, Ini Alasan Pefindo
:
0
Petugas lapangan tengah mendata tunas kelapa sawit sebelum masuk masa cocok tanam. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating Providen Investasi (PALM) dengan idA. Peringkat itu, juga berlaku untuk obligasi berkelanjutan I-II masih beredar. Prospek peringkat perusahaan tersebut stabil.
Peringkat itu, merefleksikan kualitas kredit portofolio investasi kuat, kebijakan financial konservatif, dan indikator likuiditas kuat. Peringkat dibatasi portofolio investasi terkonsentrasi, dan porsi pendapatan berulang sangat rendah.
Peringkat dapat dinaikkan kalau profil investasi mengalami perbaikan secara signifikan melalui peynambahan entitas investasi dengan kualitas kredit lebih kuat, dan porsi pendapatan berulang lebih tinggi, baik dari dividen atau pendapatan jasa lainnya.
Entitas investasi baru tersebut harus tetap konsisten dengan strategi investasi, dan kebijakan financial konservatif. Sebaliknya, peringkat dapat turun kalau struktur permodalan atau proteksi arus kas perusahaan melemah secara signifikan.
Itu akibat dari rencana pembiayaan terlalu agresif, atau dari penurunan signifikan nilai investasi portofolio perusahaan. Penurunan nilai investasi tersebut dapat dipicu harga komoditas melemah, yang menyebabkan harga saham dalam portofolio juga terkoreksi.
Tekanan ke bawah lainnya dari akuisisi investasi pada entitas-entitas dengan kualitas kredit lebih lemah, yang akan mempengaruhi secara negatif kualitas kredit portofolio investasi secara keseluruhan. Perusahaan berdiri pada 2006 sebagai Provident Agro.
Pada 2022, berganti menjadi Provident Investasi. Pada 31 Maret 2025, pemegang saham meliputi Provident Capital 58,02 persen, Garibaldi (Boy) Thohir 19,90 persen, Winato 7,79 persen, Hardi Wijaya 5,32 persen, Tri Boewono 0,42 persen, dan publik 8,55 persen. (*)
Related News
SMDR Bagi Dividen Final Rp155,6 Miliar Senilai Rp9,5 per Saham
KOTA Garap Rest Area Rp300M di JORR 2, Perkuat Mesin Recurring Income
Saham Publik Cuma 0,22 Persen, FASW Cari Jalan Keluar Suspensi BEI
Jadi Rebutan Investor, TPIA Resmi Tuntaskan PUB V Rp6 Triliun
Saham Bank Mandiri (BMRI) Drop 6 Hari Beruntun Usai Dirut Riduan Beli
Sudah Jalan 4 Tahun, WSBP Masih Lanjutkan Konversi Utang Jadi Saham





