Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, BPS Catat Lima Sektor Penunjang
:
0
Ilustrasi aktivitas perekonomian nasional. dok. Jawa Pos.
EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) membagikan kabar gembira. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2024 yang tercatat 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi yang tertinggi sejak tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu, disumbangkan terutama oleh lima sektor, industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, selain pertambangan dan penggalian.
"Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I di tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2024 tertinggi sejak tahun 2015. Sebelumnya di Q1-2014 sempat tumbuh 5,12 persen," kata Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers di Jakarta, Senin (6/5/2024).
Ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid sebesar 5,11 persen, namun terkontraksi sebesar 0,83 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/q-to-q).
Dari segi besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp5.288,3 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan mencapai Rp3.112,9 triliun.
Secara sektoral, lanjutnya, penyumbang utama ekonomi triwulan I-2024 dari sisi produksi berasal dari industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, serta pertambangan dan penggalian.
Kelima sektor tersebut menyumbang pertumbuhan ekonomi secara positif dengan total kontribusi mencapai 63,61 persen persen terhadap PDB.
Industri pengolahan tercatat sebagai sumber pertumbuhan terbesar sebesar 0,86 persen, diikuti oleh konstruksi (0,73 persen), pertambangan dan penggalian (0,68 persen), serta perdagangan (0,6 persen).
"Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas produksi yang tetap kuat untuk memenuhi permintaan domestik dan luar negeri," ujar Amalia Adininggar Widyasanti. ***
Related News
Harga Emas Antam Naik Tipis Jelang Keputusan Fed
Senat AS Tolak RUU Kripto, Seret Bitcoin ke USD75.000
Yield AS Tembus Rekor 2007, Tekan Harga Emas
Takdir Rupiah di Era Menkeu Suahasil, Mampu Menguat?
Pasar Harap-Harap Cemas Tunggu Fed, Saham AS Naik Tipis
Houthi Serang Pipa Utama Aramco, Pasokan Minyak Global Terancam





