PGEO Pacu Pengembangan Proyek Panas Bumi di 4 Wilayah, Ini Daftarnya
:
0
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus memperluas kapasitas pembangkit panas bumi melalui sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah Indonesia.
EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus memperluas kapasitas pembangkit panas bumi melalui sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Beberapa proyek yang tengah dikembangkan Perseroan antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7–8 dan Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.
Pengembangan proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya PGEO menghadirkan lebih banyak energi bersih sekaligus memperkuat pasokan listrik berbasis sumber energi lokal yang dapat diandalkan.
Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan, pengembangan panas bumi memiliki arti strategis bagi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian energi global.
Menurutnya, kedaulatan energi bukan hanya soal memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memastikan Indonesia memiliki sumber energi dalam negeri yang andal untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Panas bumi merupakan energi lokal yang dapat beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada bahan bakar impor, serta tidak terpengaruh secara langsung oleh perubahan cuaca. Karena itu, panas bumi bukan hanya penting dalam transisi energi bersih, tetapi juga bagian dari perjalanan Indonesia menuju kedaulatan energi,” ujar Ahmad Yani, dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Saat ini, Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW), tetapi pemanfaatannya masih kurang dari 12%. Dari potensi tersebut, PGEO memiliki sekitar 3 GW potensi panas bumi yang tersebar di wilayah kerja panas bumi (WKP) Perseroan.
Adapun kapasitas terpasang yang dioperasikan secara mandiri oleh PGEO saat ini mencapai 727 megawatt (MW). Perseroan terus berupaya meningkatkan kapasitas tersebut melalui pengembangan proyek baru maupun optimalisasi wilayah kerja yang telah dimiliki.
Kinerja operasional pada semester I-2026 juga menunjukkan konsistensi pembangkit panas bumi PGEO. Perseroan mencatat produksi listrik sebesar 2.745 gigawatt-hour (GWh), tumbuh 13,62% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Pada periode yang sama, availability factor tercatat 99,71%, sementara capacity factor mencapai 90,42%. Capaian tersebut mencerminkan tingkat keandalan pembangkit panas bumi dalam memasok listrik secara stabil.
Related News
Sumi Kabel (IKBI) Proyeksikan Sales USD266 Juta, Juni Baru Segini
Adu Kinerja Emiten Restoran Cepat Saji; FAST, PTSP dan CSMI
Emiten Bar SCBD Milik Hapsoro (LUCY) Diborong HP, Sempat Kuasai 20,86%
Emiten Putri Haji Isam (FAST) Raup Pendapatan Rp2,7T, Pangkas Rugi 59%
Emiten Snack Taro (AISA) Kemas Arus Kas Positif, Ditopang Ini
BEI Curigai Insider Trading di Divestasi Saham RUNS Milik Pengendali





