PGUN Bidik Omset Rp973 Miliar di 2026, Siapkan Strategi Ini
:
0
Potret salah satu ladang sawit milik PGUN. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Pradiksi Gunatama tbk (PGUN) menargetkan omset pendapatan di tahun 2026 sebesar Rp973 miliar. Perseroan juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga profitabilitas, termasuk memperkuat efisiensi operasional melalui penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Untuk mendukung ekspansi dan operasional, PGUN mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp167,6 miliar pada tahun buku 2026.
Manajer Finance PGUN, Donisius Gunawan, menjelaskan bahwa sebagian besar capex, yakni Rp119,6 miliar, dialokasikan untuk pengembangan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang mencakup proses land clearing hingga perawatan tanaman.
Sementara itu, sekitar Rp47,9 miliar lainnya dialokasikan untuk pengembangan aset tanaman dan infrastruktur, termasuk pembangunan fisik sebesar Rp22 miliar serta pengadaan alat berat dan mesin senilai Rp19 miliar.
"Hingga Kuartal I-2026, realisasi belanja modal kami telah mencapai Rp26,6 miliar dan masih berjalan sesuai rencana kerja Perseroan," ujar Donisius dalam public expose secara daring, Selasa (9/6/2026).
Dari target pendapatan sebesar Rp973 miliar tersebut, PGUN memperkirakan kontribusi utama berasal dari penjualan dua produk andalannya, yakni minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit (kernel).
PGUN menargetkan penjualan CPO sebanyak 59.000 ton dengan asumsi harga rata-rata Rp14.500 per kilogram, sedangkan penjualan kernel diproyeksikan mencapai Rp114 miliar dengan volume 11.000 ton dan asumsi harga Rp10.000 per kilogram.
Berdasarkan proyeksi tersebut, PGUN menargetkan laba operasional sebesar Rp199 miliar dan laba bersih Rp299 miliar pada 2026.
Sementara itu, Direktur Utama PGUN, Jonet Budiarto mengatakan rencana kebijakan pemerintah terkait ekspor CPO satu pintu melalui DSI BUMN diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional Perseroan.
Menurutnya, saat ini seluruh produk CPO dan kernel PGUN dipasarkan di dalam negeri melalui perusahaan afiliasi.
Related News
Emiten Bagi Dividen Rp2 per Saham, Intip Jadwalnya!
Bisnis Taksi Tumbuh, Blue Bird (BIRD) Catat Pendapatan Tembus Rp4,57T
Profitabilitas Membaik, Rugi Bersih TBS Energi (TOBA) Susut 72 Persen
Laba & Pendapatan Emiten Grup Bakrie (ALII) Kompak Ciut di Q3 2026
Haji Isam Masuk, Bayan (BYAN) Siapkan RUPS Rombak Direksi & Komisaris
BEI Umumkan UMA, 4 dari 5 Saham Ini Anjlok Sentuh Harga ARB





