EmitenNews.com - Sesuai uji alir Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat potensi produksi minyak sebesar 2.423,29 barel per hari (BOPD) dari Sumur GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, Sumatera Selatan.

Dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026), General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto mengatakan potensi produksi tersebut diketahui berdasarkan hasil uji alir awal (initial flow test) secara natural open flow pada 5 Oktober 2026.

Bagusnya, selain minyak, sumur tersebut juga menunjukkan potensi produksi gas sebesar 1,95 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

PHR Zona 4 mulai mengembangkan Sumur GNK-115 dan sejumlah sumur lain di sekitarnya sejak 21 Juli 2026, menggunakan teknik batch drilling.

Dengan teknik tersebut, pengeboran beberapa sumur yang berdekatan memungkinkan dilakukan bertahap tanpa harus membongkar dan memasang kembali rig pengeboran. Metode ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan operasi hulu migas.

Kemudian dalam pengembangan Sumur GNK-115, perusahaan juga mencatat total 57.288 jam kerja selamat sejak pengeboran dimulai. Pelaksanaan operasi tersebut mengutamakan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) serta keunggulan operasional.

Menarik diketahui bahwa Sumur GNK-115 merupakan sumur pengembangan kedua di Struktur Gunung Kemala yang dibor menggunakan teknik batch drilling, Sebelumnya, pada akhir September 2026, PHR Zona 4 berhasil mengembangkan Sumur GNK-114 melalui kombinasi teknik batch drilling dan komplesi ganda.

Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat untuk terus mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan.

Perusahaan Melanjutkan Pengembangan Sumur

Sementara itu, Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4 Reza Nur Ardianto mengatakan perusahaan akan melanjutkan pengembangan sumur menggunakan teknik tersebut. Tujuannya, untuk mengoptimalkan produksi migas di wilayah operasinya.