EmitenNews.com - Rahayu Saraswati resmi meninggalkan Perintis Triniti Properti (TRIN). Ponakan Prabowo Subianto itu, meletakkan kursi komisris utama setelah beberapa bulan menjabat posisi tersebut. Putri Hashim Djojohadikusumo itu, memang masih mengempit saham perseroan.

Namun, kondisi tersebut tidak mampu menahan kejatuhan saham TRIN. Usai menanggalkan kursi komisaris utama tersebut, saham TRIN anjlok parah. Sepanjang perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, saham TRIN menukik 14,29 persen alias 34 poin menjadi Rp204 per lembar.

Sebulan terakhir, saham TRIN terpangkas 50,24 persen alias 206 poin dari edisi 10 September 2026 di level Rp410. Sejak awal tahun ini, saham TRIN ambles 83,68 persen setara 1.046 poin dari periode 2 Januari 2026 di kisaran Rp1.250. Dalam tempo 52 minggu terakhir, saham TRIN pernah menyentuh Rp1.975, dan terendah Rp195.

TRIN diperkuat market cap Rp928,50 miliar dengan price earning rasio 47,32. Langkah undur diri Saraswati itu, seakan menvalidasi manuver ponakan Prabowo tersebut pada Maret 2026. Kala itu, Bursa Efek Indonesia mengendus aksi Saraswati kontraproduktif dengan melepas sebagian saham TRIN.

Sebab, sejak awal Saraswati berjanji untuk mengambil porsi 20 persen saham TRIN. Namun, pada praktiknya, porsi kepemilikan saham TRIN masih di bawah 5 persen, Sara sapaan karib Rahayu Saraswati, justru telah melakukan aksi jual. Ya, Sara melalui Raksaka Satya Devya mendivestasi 48,97 juta saham TRIN melalui pasar negosiasi.

”Crossing saham milik Ibu Sara melalui mekanisme pasar negosiasi kepada Sukses Sejati Sejahtera, merupakan langkah strategis dalam rangka penataan struktur kepemilikan saham,” tegas Ishak Chandra, Direktur Utama Perintis Triniti Properti kala itu.

Transaksi tersebut sebut Chandra, tidak berkaitan dengan perubahan komitmen pemegang saham utama terhadap perseroan, dan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun rencana pengembangan perseroan yang tetap berjalan sebagaimana rencana yang telah ditetapkan.

Sebelum Sara cabut, dua pengendali TRIN kompak mengurangi tumpukan saham perseroan. Yaitu, Kunci Daud Indonesia (KDI), dan Intan Investama Internasional (III). Kedua pengendali itu, terekam menjual 40 juta saham TRIN. KDI melego 20 juta lembar, dan III menjual 20 juta. Transaksi divestasi terjadi dengan harga pelaksanaan Rp400.

Menyusul skema harga itu, KDI mendapat dana taktis senilai Rp8 miliar, dan III memperoleh dana segar sebesar Rp8 miliar. Dengan penuntasan transaksi itu, timbunan saham TRIN dalam pangkuan KDI menjadi 1,6 miliar eksemplar setara dengan 35,35 persen. Berkurang tipis dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 1,62 miliar lembar selevel dengan porsi kepemilikan 35,78 persen.

Hal serupa juga dialami III. Tabulasi saham TRIN dalam portofolio III tersisa 1,22 miliar eksemplar alias 26,84 persen. Berkurang sekitar 0,44 persen dari edisi sebelum transaksi sebanyak 1,24 miliar helai. Tabungan saham sebanyak itu setara dengan 27,28 persen.