Potensi Ekspor Durian Parigi Moutong Rp1 T, Besar Permintaan China
:
0
Peresmian packing house durian di Parigi Moutong memperkuat ekspor durian Sulteng ke pasar China. RADAR PALU/Jawa Pos.
EmitenNews.com - Nilai ekspor komoditas durian asal kawasan transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berpotensi mencapai Rp1 triliun pada 2026. Terdapat permintaan besar dari konsumen dan pasar di China terhadap komoditas durian dari Indonesia.
“Dalam ukuran waktu 3 bulan (Januari-Maret 2026) katanya (ekspor durian Parigi Moutong) bisa bernilai mencapai R400 miliar, dan artinya dalam satu tahun bisa lebih dari Rp1 triliun diekspor ke Tiongkok (China),” ujar Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menuturkan, pihaknya akan mengunjungi Parigi Moutong dalam waktu dekat ini untuk menyaksikan ekspor puluhan ribu ton durian ke China.
Nilai durian yang akan diekspor tersebut diperkirakan mencapai Rp42 miliar. Pihaknya pun menargetkan nilai ekspor durian tahun ini dapat melebihi Rp1 triliun.
Iftitah Sulaiman Suryanagara mengemukakan, Kawasan Parigi Moutong memiliki salah satu kebun durian terbesar di Indonesia bahkan dunia. “Itu hanya salah satu contoh konkret dampak dari pembangunan ekonomi di kawasan transmigrasi.”
Pada Senin (13/4/2026), Mentrans Iftitah bertemu Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong membahas potensi Negeri Tirai Bambu tersebut agar menjadi offtaker atau pembeli hasil produksi komoditas durian Indonesia.
Permintaan terhadap komoditas durian di China mencapai Rp120 triliun setiap tahunnya. Hal tersebut pun menjadi peluang bagi pengusaha durian di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah transmigrasi.
Kerja sama ekspor durian antara kedua negara tersebut akan dimulai dari ekspor durian beku, sebelum kemudian dikembangkan juga ekspor durian segar yang lebih diminati pasar China.
Data Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyebutkan, Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya yang terletak di kabupaten tersebut mencatatkan produksi durian sebanyak 903,9 ton per tahun. ***
Related News
Pefindo Catat Positif Prospek Obligasi Pemerintah, Penawaran Melonjak
Soal Usul Moratorium Pembangunan Smelter Alumunium, Ini Kata ESDM
Mari Gunakan Energi Alternatif, PGN Jabarkan Keunggulan BBG
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua April Turun Segini
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua April Turun Segini
Ditutup Melemah Rp17.127, Rupiah Hari Ini Masih Tertekan





