EmitenNews.com - Prima Globalindo (PPGL) bakal menebar saham bonus Rp11,31 miliar. Itu dengan menggelontorkan saham baru sebagai bonus maksimal 514.118.680 helai alias 514,11 juta eksemplar. Pembagian saham bonus itu, dilabeli dengan nilai nominal Rp22 per eksemplar.

Dengan perhitungan itu, maka rasio pembagian saham bonus 6:4. Artinya, setiap pemilik 6 saham lawas akan memperoleh 4 saham bonus yang bukan merupakan dividen saham, tetapi dari agio saham yakni kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal setelah dikurangi biaya emisi efek ekuitas.

Bilamana pemegang saham memperoleh saham dalam bentuk pecahan atau kurang dari 1 lembar, maka saham pecahan tersebut dilakukan pembulatan. Saham bonus itu bersumber dari sebagian tambahan modar disetor per 31 Desember 2025 maksimal Rp13,21 miliar. So, total saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi 1,28 miliar lembar.

Pemberian saham bonus dari kapitalisasi agio saham kepada investor yang telah menyetor modal atau membeli saham di atas harga nominal tidak termasuk objek pajak, sepanjang jumlah nilai nominal saham yang dimiliki pemodal setelah pembagian saham bonus tidak melebihi jumlah setoran modal.

Sebaliknya, kalau jumlah nilai nominal saham milik investor setelah pembagian saham bonus melebihi jumlah setoran modal, maka pembagian saham bonus tersebut dapat dikenakan pajak yang harus dihitung, dan disetor sendiri oleh masing-masing pemegang saham bersangkutan.

Saham bonus dari agio saham itu, tidak mengubah nilai total penyertaan saham atau harga total perolehan saham, tetapi menurunkan nilai atau harga historis perolehan per unit saham-saham tersebut karena adanya kenaikan jumlah saham tanpa penyetoran. Penjualan saham bonus itu, tidak dikenai pajak penghasilan pada saat penjualan saham melalui BEI.

Pembagian saham bonus itu, akan dimintakan izin kepada investor dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 23 Oktober 2026. Kalau disetujui, jadwal pembagian saham bonus menjadi sebagai berikut. Cum bonus pasar reguler dan pasar negosiasi pada 2 November 2026.

Ex bonus pasar reguler dan pasar negosiasi pada 3 November 2026. Cum bonus pasar tunai pada 4 November 2026. Ex bonus pasar tunai pada 5 November 2026. Investor berhak mendapat saham bonus harus tercatat sebagai pemegang saham alias recording date pada 4 November 2026. Distribusi saham bonus pada 25 November 2026. (*)