EmitenNews.com - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/7/2026).

Pada perdagangan perdana, saham PRDL melejit menuju batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan 35 persen atau naik 42 poin ke level Rp162.

Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja, menjelaskan bahwa perusahaan ini merupakan pionir produsen reagen kimia dengan pengalaman produksi selama 14 tahun sejak Agustus 2012.

Saat ini perseroan memiliki lebih dari 1.083 SKU produk aktif, menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota, serta telah digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan di Indonesia. Jaringan tersebut mencakup sekitar 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta puluhan institusi kesehatan lainnya. Lini produk utama PRDL juga memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70% sehingga memperkuat daya saing produk perseroan di tengah meningkatnya kebutuhan alat kesehatan nasional dan dominasi produk
asing.

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar," ujar Cristina.

Dari sisi kinerja, PRDL juga menunjukkan pemulihan yang solid menjelang IPO. Sepanjang 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp74,4 miliar, meningkat 27% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih tumbuh 70,7% menjadi Rp16,9 miliar, sementara EBITDA meningkat 66,9% menjadi Rp29,2 miliar, mencerminkan penguatan profitabilitas dan efisiensi operasional.

Di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, Perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis jangka panjang. Dari sisi valuasi, pada prospektus yang disampaikan mengacu pada laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, dengan harga final tersebut PRDL menawarkan price to earnings ratio FY2025 pada 8,61x, yang dinilai sangat kompetitif dibandingkan emiten lainnya di sektor kesehatan, terutama dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja Perseroan yang terus menunjukkan tren positif.

"Sebagai bagian dari ekosistem Prodia, Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan solusi
diagnostik yang mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, dengan
mengedepankan kualitas, inovasi, dan pelayanan prima," tutup Cristina.