Private Placement Beres, ENRG Kebut Right Issue Rp4,12 Triliun
:
0
Ladang migas milik Energi Mega Persada. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Energi Mega Persada (ENRG) mendapat dana segar Rp338,38 miliar. Itu dari hasil pelaksanaan private placement 218.313.500 helai alias 218,3 juta helai dengan harga pelaksanaan Rp1.550. Penerbitan saham anyar itu, dibalut dengan nilai nominal Rp100.
Seluruh saham baru itu dieksekusi Bakrie Kalila Investment (BKI). BKI merupakan pihak terafiliasi dengan ENRG. Di mana, BKI merupakan pihak pengendali perseroan. Penyerapan saham baru oleh pihak terafiliasi dengan ENRG bukan tanpa sebab.
Pertimbangan utama, BKI berkomitmen melakukan penambahan modal tersebut memungkinkan perseroan memperoleh dana segar sehingga dapat merealisasikan rencana bisnis sesuai penggunaan dana. Rencana itu, telah mendapat izin investor pada 26 Juni 2025.
Setelah private placement, jumlah modal ditempatkan dan modal disetor penuh ENRG meningkat menjadi 26,56 miliar saham atau sebesar Rp6,95 triliun. Seluruh dana hasil private placement akan digunakan untuk keperluan modal kerja dari anak usaha yaitu PT Imbang Tata Alam, dan EMP Malacca Strait S.A.
Selanjutnya, ENRG menggelar right issue senilai Rp4,12 triliun. Itu dengan menjajakan 13,28 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp310. Pengeluaran saham anyar tersebut setara dengan 33,33 persen dari total modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah pelaksanaan right issue.
Nah, di balik aksi korporasi jumbo itu, investor tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) maksimum 33,33 persen. Pemegang saham pengendali ENRG, PT Shima Global Kapital, absen. Sebanyak 2,33 miliar hak Shima dialihkan kepada Bakrie Kalila Investment (BKI).
Selain melaksanakan seluruh hak, BKI juga siap mengambil hak dari Shima Global, sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga untuk menyerap sisa saham baru yang tidak diambil pemegang saham lain. Berdasar proforma kepemilikan usai right issue, porsi kepemilikan Shima Global diperkirakan turun dari 17,69 persen menjadi 11,70 persen.
Sebaliknya, kepemilikan BKI meningkat dari 3,56 persen menjadi 9,41 persen setelah penuntasan right issue. Berdasar skenario, dana hasil right issue nantinya untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus mendukung pengembangan bisnis ke depan. Tepatnya, untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure), modal kerja perseroan dan/atau anak usaha.
Dengan begitu, jadwal right issue ENRG menjadi sebagai berikut. Cum right pasar reguler dan negosiasi pada 13 Agustus 2026. Cum right pasar tunai pada 18 Agustus 2026. Ex right pasar reguler dan negosiasi pada 14 Agustus 2026. Ex right pasar tunai pada 19 Agustus 2026. Recording date pada 18 Agustus 2026. Distribusi right pada 19 Agustus 2026. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 20 Agustus 2026.
Periode perdagangan, dan pelaksanaan pada 20-28 Agustus 2026. Distribusi saham pada 24 Agustus – 1 September 2026. Terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 1 September 2026. Penjatahan pemesanan saham tambahan pada 2 September 2026. Pembayaran oleh pembeli siaga pada 3 September 2026. Dan, pengembalian uang pemesanan saham tambahan pada 4 September 2026. (*)
Related News
TBMS Guyur Dividen USD4,06 Juta, Cair 15 Juli 2026
Dapat Restu, GSMF Akselerasi Private Placement 1,42 Miliar Lembar
BDKR Jadwal Dividen 50 Persen Laba, Intip Jadwalnya
Belum Tergeser, Prajogo Serok Jutaan Saham BREN
AMRT Ekspansi Global, Hindari Benturan dengan Kopdes Merah Putih?
Absen Bagi Dividen, CPRO Kebut Ekspansi Pabrik Pakan Baru





