EmitenNews.com—PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) siap melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 205.029.000 lembar saham biasa. Nilai saham yang ditawarkan Rp100 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp186.


Dari aksi korporasi ini, perseroan akan meraup dana sebesar Rp38,13 miliar. Untuk pelaksanaan private placement akan dilaksanakan sepenuhnya oleh pemegang saham kendali yaitu PT Investasi Sukses Bersama (ISB).


Adapun jadwal penerbitan saham baru tersebut yaitu untuk distribusi PMTHMETD kepada ISB dilakukan pada 17 November 2022. Kemudian pencatatan saham dari PMTHMETD dan pengumuman hasilnya akan dilakukan pada hari ini, Jumat 18 November 2022.


Berdasarkan data dari perdagangan, shareholder dari sah WIFI yaitu PT ISB sebanyak 1,40 miliar lembar saham atau setara 68,32 persen. Kemudian sisanya adalah dari masyarakat atau investor sebanyak 642,84 juta lembar atau setara 31,35 persen.


Sebelumnya, penambahan modal ini telah disetujui oleh mayoritas pemegang saham independen pada RUPS LB yang berlangsung pada 2 November 2022 di Kantor Pusat Perseroan, ujar CEO Surge, Hermansjah Haryono dalam keterangan tertulisnya Jumat (4/11).

 

Perseroan berencana untuk melakukan penerbitan sebanyak – banyaknya 205.029.000 saham biasa atau sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Seluruh dana hasil dari Penambahan Modal ini seluruhnya akan digunakan Perseroan untuk modal kerja, termasuk namun tidak terbatas biaya sewa space iklan, perlengkapan penunjang usaha periklanan, biaya tenaga kerja dan biaya overhead.

 

“Dengan ekspansi bisnis perseroan yang terus berjalan, perseroan saat ini menilai dan memandang bahwa pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu merupakan pilihan yang terbaik untuk alternatif pendanaan yang dapat diperoleh dalam jangka waktu yang efisien dibandingkan alternatif pendanaan lainnya. Hal ini juga sejalan dengan rencana bisnis perseroan yang telah ditetapkan perseroan”, beber Hermansjah.