Produk Furnitur dan Dekorasi RI Mengilap Di Toronto Market Week 2026
Pesona produk UMKM Indonesia kembali bersinar di panggung internasional melalui partisipasi Paviliun Indonesia pada Pameran Toronto Market Week 2026.
EmitenNews.com - Pesona produk UMKM Indonesia kembali bersinar di panggung internasional melalui partisipasi Paviliun Indonesia pada Pameran Toronto Market Week 2026. Pameran yang dilaksanakan pada 24—27 Januari 2025 di The International Centre, Mississauga, Ontario, Kanada, ini merupakan salah satu ajang dagang terbesar di Kanada yang mempromosikan produk dekorasi rumah, furnitur, dan mode.
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada 24 Januari 2026 oleh Konsul Jenderal RI Toronto, Vevie Damayanti dengan didampingi Atase Perdagangan RI Ottawa dan Kepala ITPC Vancouver. Kali ini, Paviliun Indonesia menampilkan 95 produk terbaru dari enam UMKM Indonesia, yaitu Bali Handy, Maharani Craft, Raya Craft, CV Tashinda Putraprima, Mawar Ketak Lombok Art, dan Sheo Home Living.
Koleksi baru tersebut secara signifikan memperkaya keragaman 200 produk Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu sukses dipasarkan di Kanada. Seluruh produk dirancang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar Kanada dengan tetap menonjolkan inovasi serta kualitas khas Indonesia yang terus berkembang.
Paviliun ini merupakan hasil kerja sama strategis antara perwakilan pemerintah Republik Indonesia di Kanada dengan berbagai pihak, antara lain Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bank BNI, dan Bank BRI.
“Sinergi yang terbentuk antara pemerintah, diaspora, perbankan, dan pelaku usaha ini tepat sesuai dengan semangat dari program UMKM BISA Ekspor yang digagas oleh Menteri Perdagangan RI pada 2024. Perluasan jangkauan ekspor UMKM perlu diupayakan bersama,” tegas Vevie.
Menurut Vevie, kehadiran Paviliun Indonesia di Toronto Market Week 2026 mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM Indonesia dalam memperluas cakupan pasar internasional.
Paviliun Indonesia diyakini menjadi ruang yang efektif untuk meningkatkan visibilitas produk Indonesia di pasar Kanada, sekaligus membuka peluang ekspor baru yang berkelanjutan di kawasan Amerika Utara.
“Keikutsertaan Paviliun Indonesia pada ajang ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Indonesia kepada UMKM dalam memperluas akses pasar internasional. Melalui kehadiran Paviliun Indonesia, produk-produk unggulan UMKM diharapkan makin dikenal oleh buyer global dan mampu menangkap peluang ekspor yang lebih luas, khususnya di pasar Kanada,” ucap Vevie.
Sejalan dengan hal tersebut, Atase Perdagangan RI Ottawa, Mahdewi Silky menekankan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional sekaligus signifikansi peran Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dalam meningkatkan kontribusi ekspor.
Ia menuturkan bahwa pada 2024, UMKM menyumbang 60,51% terhadap PDB Indonesia dan mempekerjakan sekitar 97% tenaga kerja nasional. Meski demikian, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional baru mencapai 15,7% dan masih terdapat potensi untuk terus ditingkatkan.
“Implementasi ICA-CEPA yang ditargetkan mulai berlaku pada semester II 2026 diproyeksikan mampu meningkatkan nilai ekspor UMKM melalui pemanfaatan tarif preferensial serta penguatan kerangka perdagangan yang lebih terbuka dan terprediksi bagi UMKM,” tutur Silky.
Sementara, Kepala ITPC Vancouver, Andri Satria Permana menambahkan, “Toronto Market Week menghadirkan peluang emas untuk memosisikan produk Indonesia sebagai pilihan yang menjanjikan bagi pasar Kanada yang kompetitif. Paviliun Indonesia menjadi langkah strategis untuk menarik perhatian lebih banyak pelaku usaha dan memperkuat jejak ekspor Indonesia di pasar global dan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekspor ke Kanada,” jelas Andri.
Produk-produk unggulan yang dipromosikan melalui Paviliun Indonesia di Toronto Market Week 2026 ini antara lain vas bambu, keranjang rotan, lampu hias, furnitur minimalis, serta aksesori rumah tangga. Seluruh produk dirancang dan dikurasi agar sesuai dengan gaya hidup dan preferensi masyarakat Kanada. Enam UMKM yang berpartisipasi membawa variasi produk yang beragam dan inovatif, memperkuat daya tarik Paviliun Indonesia di ajang ini.
Adapun Hartati Suganda selaku Founder dan CEO Cantiq Living sebagai agregator importir produk UMKM Indonesia di Kanada mengapresiasi dukungan luar biasa dari Atase Perdagangan dan ITPC setempat.
"Dukungan mereka secara konsisten ditunjukkan melalui penyediaan market intelligence, kurasi vendor siap ekspor, fasilitasi business matching, hingga bantuan akses pameran. Seluruhya sangat krusial bagi kami sebagai agregator impor dan vendor UMKM dan membantu meningkatkan kesiapan ekspor dan memahami pasar Kanada dengan lebih baik," kata Hartati.
Selama periode Januari hingga Oktober 2025, total perdagangan antara Indonesia dan Kanada mencapai USD 4 miliar, meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 3,4 miliar. Ekspor Indonesia ke Kanada mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 9,6 persen, dari USD 2,02 miliar pada Januari–Oktober 2024 menjadi USD 2,21 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Angka-angka ini mencerminkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak dan partisipasi aktif dalam pameran dagang seperti Toronto Market Week.(*)
Related News
Masuk Pemantauan Khusus, PADI dan KOCI Kompak ARB
BEI Kekang Dua Saham, Salah Satunya Terancam Terkunci Sepekan
UMKM Dominasi Transaksi QRIS di Kuartal IV 2025
Ikuti Wall Street, IHSG Lanjut Menyala
Konsolidatif, IHSG Arungi Level 9.100
IHSG Rawan Koreksi, Bungkus Saham AKRA, BRIS, dan JSMR





