Produksi CPO Naik, Pendapatan TLDN Tumbuh Jadi Rp2,71T di Semester I
:
0
Jajaran Direksi PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membukukan pendapatan sebesar Rp2,71 triliun pada semester I 2026. Jumlah tersebut meningkat 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,54 triliun.
Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana menerangkan pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya volume penjualan serta harga jual rata-rata produk utama Perseroan, yaitu crude palm oil (CPO), palm kernel (PK), dan crude palm kernel oil (CPKO).
Pendapatan dari penjualan CPO tercatat sebesar Rp2,32 triliun, meningkat 4,6% dibandingkan semester I tahun 2025. Sementara itu, pendapatan dari penjualan PK mencapai Rp227,01 miliar, didukung oleh peningkatan volume penjualan sebesar 5,3% dan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 9,3%.
Di sisi lain, penjualan CPKO memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp158,02 miliar, seiring meningkatnya volume penjualan dan harga jual rata-rata dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di semester I ini, TLDN membukukan laba kotor sebesar Rp960,50 miliar dan EBITDA sebesar Rp904,30 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp543,65 miliar, terkoreksi tipis 3,14% dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp561,27 miliar.
"Pertumbuhan pendapatan yang diikuti dengan terjaganya profitabilitas menjadi hasil dari konsistensi kami dalam meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta menjaga kualitas aset perkebunan di tengah dinamika industri kelapa sawit," ujar Wishnu dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).
Dari sisi operasional, Perseroan mencatatkan peningkatan produksi baik pada kebun inti maupun plasma. Produksi TBS inti mencapai 552.631 ton, meningkat 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara produksi TBS plasma tumbuh lebih tinggi sebesar 10,5% menjadi 83.382 ton.
Peningkatan produksi tersebut turut mendorong volume TBS yang diolah Perseroan menjadi 734.369 ton, meningkat 4,7% dibandingkan semester pertama tahun 2025.
Sejalan dengan itu, produksi CPO naik 6,6% menjadi 169.881 ton, didukung oleh peningkatan Oil Extraction Rate (OER) menjadi 23,13%. Produksi palm kernel (PK) juga meningkat menjadi 27.622 ton, sementara produksi CPKO mencapai 6.780 ton.
"Memasuki paruh kedua tahun 2026, kami akan terus berfokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta implementasi praktik perkebunan berkelanjutan," tutur Wishnu.
Related News
SMBC Indonesia (BTPN) Perkuat Fondasi Bisnis, CASA Melonjak 37 Persen
Laba GGRM Meledak 2.440 Persen Jadi Rp2,98 Triliun di Semester I 2026
Laba RAJA Melonjak 88 Persen Semester I, Ini Tiga Mesin Pendorongnya
Laba Bersih ULTJ Melonjak 72,5 Persen YoY Tembus Rp1,04T di Q2-2026
ADMG Berbalik Cetak Laba USD5,66 Juta pada Semester I 2026
Penjualan HM Sampoerna Semester I Rp56,5T, Gandakan Perolehan Laba





