Profit Taking Seret IHSG, Berikut Rekomendasinya Hari ini
prediksi dan rekomendasi saham
EmitenNews.com - Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat moderat. Selama bulan September 2024, indeks Dow Jones +1,9%, indeks S&P500 +2% dan Nasdaq Composite +2,7%.
Sebelumnya indeks bergerak melemah dan ditutup menguat dipicu oleh komentar Chairman The Fed Jerome Powell. Powell menyatakan bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut mungkin akan terjadi, namun memperingatkan bahwa bank sentral tidak memiliki jalur yang telah ditetapkan.
Jika perekonomian bergerak seperti yang diharapkan, Powell memperkirakan akan terjadi dua kali penurunan suku bunga sebesar 0,25% pada tahun ini. Powell masih optimis dengan kekuatan ekonomi AS serta melihat laju inflasi akan berlanjut menurun. Sementara itu bursa China libur National Day pada tanggal 1-7 Oktober 2024.
IHSG pada perdagangan Senin 30 September 2024 ditutup melemah 2,19% pada level 7527. Saham sektor energi mengalami koreksi terbesar, sedangkan saham sektor transportasi membukukan penguatan terbesar. Investor asing mencatatkan net sell Rp3,10 triliun termasuk transaksi di pasar non reguler.
Beberapa faktor yang diduga mendorong pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin diantaranya adalah adanya stimulus ekonomi di China mendorong pemodal asing melakukan rotasi investasi dari investasi di negara Asia lainnya ke China, profit taking lanjutan dari bursa efek di Indonesia, menjelang pergantian pemerintahan baru pada 20 Oktober nanti, serta menantikan kebijakan short selling di BEI.
Pada bulan September lalu, IHSG ditutup melemah 1,86% mom. Namun untuk periode Januari-September 2024, IHSG masih menguat 3,51% ytd.
Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan Waterfront Sekuritas akan bergerak pada kisaran support 7500/7480 dan resistance 7550/7580. Saham terpilihnya adalah BMRI, BBTN, ASII, INDY, BSDE, SMRA, JSMR, ANTM, INCO, dan TINS.(*)
Related News
IHSG Bangkit ke 8.322, Sektor Kesehatan dan Konsumer Pimpin Rebound
IHSG Sesi I Naik 0,6 Persen ke 8.330, Satu Sektor Drop!
Tanpa Sertifikasi, Makanan Impor AS Harus Dinyatakan Tidak Halal
Yakin DN Mampu, Impor Pick-Up dari India Untuk Kopdes MP Perlu Dikaji
RI Desak UE Segera Patuhi Putusan WTO Soal Sengketa Minyak Sawit
Buru Recurring Revenue Rp1,5 Triliun, Ini Tindakan Triniti Land Group





