Program Buyback Bakal Usai, Akankah Saham BBCA Comeback?
BCA telah menggelar program buyback BBCA sejak 22 Oktober 2025. FOTO-DOK BCA
EmitenNews.com - Program pembelian kembali (buyback) saham BBCA akan segera berakhir. Ini merupakan program buyback yang dilakukan Bank Central Asia atau BCA sejak 22 Oktober 2025.
Saat itu, BCA menyiapkan dana hingga Rp5 triliun untuk menggelar program tersebut. Periode buyback yang dimaksud mulai 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2025.
Artinya, BCA punya sisa satu hari untuk menuntaskan program buyback BBCA tersebut.
Namun sejauh mana program buyback bisa memperbaiki performa saham BBCA?
Seperti diketahui, BCA menggelar buyback BBCA untuk ikut serta mewujudkan terciptanya kegiatan pasar modal Indonesia yang stabil.
Dalam hal ini, BCA berencana untuk melakukan buyback sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal dalam kondisi volatilitas tinggi dan meningkatkan kepercayaan investor.
Saat mengumumkan rencana itu atau pada 20 Oktober 2025, saham BBCA memang sedang terperosok. Harganya berada di level Rp7.875 atau telah turun 18,6% dari posisi akhir 2024 Rp9.675.
Bahkan sebelum itu, saham BBCA berada di level penutupan terendahnya Rp7.250 pada 15 Oktober 2025.
Setelah pengumuman buyback, saham BBCA pun mulai berangsur pulih dan menutup tahun 2025 di level Rp8.075 atau turun 16,5% secara year on year.
Namun memasuki 2026, saham BBCA tak kunjung terlihat membaik. Dalam 10 hari perdagangan hingga 15 Januari 2026, saham BBCA stagnan dan bahkan sempat turun ke level Rp8.025.
Dari data-data itu, akan menarik apakah di hari terakhir program buyback alias pada 19 Januari 2026, saham BBCA bisa comeback? Mari kita tunggu! (*)
Related News
16 Saham jadi Anggota Baru Efek Papan Pemantauan Khusus, Ini Datanya!
Gerak-gerik AMMN hingga Pimpin Klasemen Sementara Top Leaders IHSG
Kiriman Barang Pekerja Migran Dari Saudi 80-100 Ton Sebulan
Konsumsi Listrik Di SPKLU Melonjak 479 Persen Sepanjang Periode Nataru
Garuda Angkut 1,5 Juta Penumpang Selama Periode Nataru
Pembangunan Pabrik Baterai Mungkinkan RI Produksi Mobil Terjangkau





