Prospek Damai AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dekati USD85
:
0
Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati USD85 per barel pada perdagangan hari Selasa. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati USD85 per barel pada perdagangan hari Selasa. Penguatan ini mencatatkan kenaikan dalam tiga sesi berturut-turut di tengah meredupnya prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak berminat memperpanjang kesepakatan perdamaian sementara. Nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni lalu untuk memberikan waktu negosiasi selama 60 hari secara resmi telah berakhir pada hari Senin.
Trading Economics melaporkan, Iran dan Oman saat ini masih melanjutkan negosiasi terkait pengaturan lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz. Meski demikian, AS tidak terlibat dalam pembicaraan tersebut dan diprediksi tidak akan mendukung kesepakatan yang tidak menjamin jalur pelayaran bebas di kawasan strategis tersebut.
Di sisi lain, para produsen minyak di kawasan Timur Tengah dilaporkan semakin mahir memindahkan pasokan minyak secara diam-diam melalui Selat Hormuz ke pasar global. Selain itu, mereka juga mulai aktif menyalurkan kargo pasokan dari luar titik jalur kritis tersebut untuk menjaga kontinuitas distribusi.
Kenaikan harga minyak mentah global ini berpotensi memberikan dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai negara pengimpor bersih minyak bumi, lonjakan harga minyak hingga mendekati USD85 per barel berisiko meningkatkan beban subsidi energi APBN serta memicu tekanan inflasi dari sektor transportasi dan barang konsumsi di dalam negeri.(*)
Related News
Jepang dan China Lepas Obligasi AS, Nilai Anjlok USD72,1 M
Emas Stabil USD4.400 Usai Kenaikan Suku Bunga Fed Mereda
Target Freeport Produksi Emas 700 Ribu Ons, Setoran ke Negara Rp47T
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta, Bolanya Kini di Tangan Menkeu
Pertamina Pulihkan Layanan SPBU Pascagempa di Flores Bertahap
Sentralisasi Bikin 490 Pemda Alami Tekanan Fiskal





