Prospek IHSG Semester II 2026: Menguat Jika Syarat Ini Terpenuhi
:
0
Ilustrasi, Potret Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata mengatakan, peluang pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka di semester II-2026.
Dalam laporan bertajuk Market Outlook 2H26, Kiwoom memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak menuju kisaran 7.250-7.700 hingga akhir tahun.
Optimisme tersebut dapat tercapai apabila indeks mampu keluar keluar dari downtrend channel pada akhir Juli, dan tidak adanya komentar negatif dari lembaga pemeringkat global. Di samping itu, secara historis bulan Juli memiliki catatan positif terhadap IHSG.
“Dengan asumsi terjadi breakout dari downtrend channel sekitar akhir Juli, didukung pola seasonality yang positif Juli untuk JCI dan sejauh tidak ada komentar negatif dari lemba pemeringkat seperti S&P Global tentang Indonesia,” tutur Liza, Rabu (1/7).
Sementara itu, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi memberikan dua skenario terhadap pergerakan IHSG hingga akhir tahun 2026. Pertama, dalam skenario positif IHSG dapat rebound ke 6.000-6.500 apabila reformasi pasar modal yang ditempuh OJK dan SRO dinilai kredibel oleh MSCI, serta nilai tukar rupiah stabil.
Sedangkan dalam skenario negatif, IHSG diperkirakan dapat tertekan ke 5.400-5.600 apabila Indonesia dinyatakan masuk ke dalam consultation list Frontier Market oleh MSCI pada November.
“Sementara untuk akhir pekan ini, IHSG masih dalam fase volatile bottoming dengan support di 5.600 dan resistance di 5.900,” ujar Wafi.
Tantangan IHSG di 2H26
Liza melanjutkan, proyeksi IHSG hingga menyentuh level tersebut bukanlah hal mudah. Hal ini disebabkan, masih terdapat tantangan yang diperkirakan menjadi sentimen indeks, khususnya dari kondisi pasar domestik yang dinilai menimbulkan paradoks.
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026, Indonesia menajdi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN. Akan tetapi, data tersebut tidak sejalan dengan kinerja pasar saham yang justru mengalami tekanan cukup dalam.
Related News
Citi Indonesia Garap Obligasi Global Danantara Senilai USD1,5 Miliar
IHSG Terbang ke 6.500, Saham Tambang hingga Big Banks Topang Transaksi
Wacana Harga Gocap Jadi Rp1, Ini Kata Analis
IHSG Siang (20/8) Terbang 1,47 Persen, Hampir Seluruh Sektor Menghijau
Efek IJEPA: Kuota Bebas Bea Nanas Naik, Saham Agro Siap Mejit
IHSG Meluncur Naik 1 Persen ke Level 6.458, Saham Emas Kompak Ngegas!





