Proyeksi IHSG Senin (31/8), Analis Sebut 2 Sentimen Ini
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi membentuk koreksi wajar di perdagangan terakhir bulan Agustus ini, Senin (31/8). Foto: IDX
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi membentuk koreksi wajar di perdagangan terakhir bulan Agustus ini, Senin (31/8).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai secara teknikal koreksi tersebut berpotensi muncul usai pola bearish doji star candle terbentuk. Ia juga mengatakan secara indikator, MA20 dan 60 telah menunjukkan positive crossover, Stochastics K_D juga menunjukkan sinyal positif, dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross.
Di sisi lain, IHSG juga berpotensi tersengat sentimen kebijakan The Fed. Sebelumnya, Kevin Warsh sempat menyampaikan pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole yang memberikan sinyal cenderung hawkish terhadap arah kebijakan moneter AS.
“Meskipun Warsh belum memberikan kepastian bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang, pesan yang disampaikan menunjukkan bahwa The Fed masih menempatkan pengendalian inflasi sebagai prioritas utama,” ujar Nafan, Senin (31/8).
Nafan juga menilai, dampak awal dari pidato Warsh diperkirkan cenderung negatif terhadap IHSG. Kendati dampak tersebut belum tentu bersifat struktural atau mengubah tren pasar keseluruhan menjadi bearish.
“Pergerakan IHSG ke depan masih sangat bergantung pada data ekonomi AS yang akan keluar menjelang FOMC September,” lanjut Nafan.
Sementara itu, pelaku pasar juga masih mencermati potensi penyesuaian portofolio menjelang rebalancing MSCI pada penutupan perdagangan hari ini, dan efektif berlaku 1 September 2026.
Dalam penyesuaian kali ini, saham GOTO dan CPIN dikeluarkan dari kategori Global Standard Index, sementara sembilan emiten terdepak dari kategori Small Cap Index, yakni termasuk ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.
“Meski begitu, Nafan menjelaskan bahwa dampak pengumuman ini dinilai sudah sebagian besar diantisipasi pasar (priced-in) sejak Agustus, mengingat MSCI tidak memberikan kejutan negatif tambahan serta telah membekukan penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF) bagi saham Indonesia sejak awal Juli,” tukasnya.
Pada perdagangan hari ini, Nafan memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.453 dan 6.353, dengan resistance di 6.552 dan 6.695.
Related News
IHSG Cenderung Koreksi, ini Penyebabnya
MRT Jaringan Garap Mal Bawah Tanah Pertama, 2027 Kelar
Investor Selektif, IHSG Bergulir Seperti ini
Sinyal Hawkish The Fed, Berdampak ke IHSG?
Pemerintah Beri Relaksasi Penempatan DHE SDA Untuk 5 Negara
PT Pos Tunda Bayar Bunga Sukuk Ijarah, Nilainya Rp11 Miliar





