EmitenNews.com - PT Kendaraan Terminal Indonesia Tbk (IPCC) menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang berfokus pada bisnis terminal kendaraan di pelabuhan.

Hal ini terlihat dari komitmen IPCC dalam optimalisasi layanan terintegrasi melalui private service atau pre-delivery center yang dikenal sebagai integrated autosolution. Layanan tersebut mencakup transportasi darat dan warehousing khusus kendaraan.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi mengatakan, saat ini IPCC memiliki tiga layanan utama, yakni pelayanan terminal, pengelolaan logistik, serta value added services. Di samping itu, IPCC memiliki terminal satelit yang ada di Belawan, Pontianak, Banjarmasing, Balikpapan, dan Makassar sebagai jaringan terintegrasi perseroan.

“Segi bisnis, IPCC pusatnya ada di Jakarta, dan punya terminal satelit di Belawan, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar. Kota-kota besar itu dimanfaatkan untuk integrasi logistik maupuan dari sisi layanan,” tutur Sugeng, dikutip Kamis (23/4).

Karena kuatnya jaringan tersebut, lanjut Sugeng, IPCC berhasil mencatat penguasaan sekitar 80 persen kegiatan ekspor-impor kendaraan di IKT, dan sekitar 90 persen untuk domestik melalui laut.

Namun, pada 2025 angka penjualan kendaraan di Indonesia sedikit menurun dibandingkan Malaysia sebesar 820 ribu unit. Meski begitu, Sugeng menilai potensi industri otomotif di Indonesia masih cukup besar.

“Dari sisi domestik, harapan kita Indonesi bisa jadi basis industri otomotif, tidak hanya Internal Combustion Engine (ICE) tapi juga mobil listrik (EV),” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan, kinerja IPCC pada tahun 2025 mencatat EBITDA sebesar Rp400 miliar, dengan pembagian dividen sebesar 80 persen dari laba. Persentase dividen itu, masih akan dipertahankan untuk tahun 2026.

Sementara untuk rencana ekspansi, IPCC masih memiliki dua opsi pendanaan baik melalui rights issue atau pinjaman. Namun, Sugeng menilai skema pinjaman menjadi pilihan ideal.

“Untuk capex ada dua, pertama organik dengan (penguatan) terminal IKT, dan non-organik ke lingkup internasional,” ujar Sugeng.