Purbaya Sebut The Economist Tak Melihat Capaian Fiskal Indonesia
:
0
Menteri Keuangan, Purabaya Yudhi Sadewa, saat memberikan keterangan di Bandar Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5). Foto: Suara.com
EmitenNews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik The Economist yang menilai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia. Menkeu menilai media asal Inggris itu kurang melihat capaian fiskal Indonesia secara lebih utuh sebelum memberi penilaian.
Dalam keterangannya di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Purbaya mengatakan pemerintah masih mampu menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap terkendali, terutama pada sisi defisit. Ia menegaskan defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB.
"Defisit APBN tahun lalu berada di level 2,8 persen dari PDB. Angka itu menunjukkan ruang fiskal Indonesia masih aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda tekanan besar," katanya.
Ia juga menyoroti rasio utang Indonesia yang disebut masih berada di level 40 persen terhadap PDB. Menurutnya, kondisi itu masih jauh lebih baik dibanding banyak negara lain yang menghadapi beban utang lebih tinggi.
Bandingkan Dengan Eropa
Purbaya membalas kritik The Economist dengan membandingkan kondisi fiskal Indonesia dan sejumlah negara Eropa. Ia menyebut rasio utang di beberapa negara Eropa mendekati 100 persen dari PDB.
Menurut dia, jika dibandingkan dengan situasi tersebut, fiskal Indonesia masih tergolong sehat. Purbaya bahkan menyatakan The Economist seharusnya memberi apresiasi kepada pemerintah, bukan sebaliknya.
The Economist sebelumnya mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia. Kritik itu mencakup belanja negara yang dianggap terlalu besar dan berpotensi membebani fiskal.
Media tersebut juga menyoroti risiko pelemahan disiplin fiskal akibat program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran besar. Selain itu, mereka menyinggung campur tangan negara dalam aktivitas ekonomi nasional.
Respons Purbaya menunjukkan pemerintah ingin menekankan bahwa kebijakan fiskal Indonesia masih berada dalam koridor yang terkendali. Di tengah kritik eksternal, pemerintah menempatkan defisit di bawah 3 persen dan rasio utang 40 persen sebagai bukti bahwa kondisi fiskal nasional masih lebih baik dibanding banyak negara lain.(*)
Related News
Potensi Logam Tanah Jarang Bukan Kaleng-kaleng, Terbaik Ada di Mamuju
Pemerintah Lelang 10 Area Migas Baru, Terbesar di Timur Laut Dalam
Pelemahan Rupiah dan Ancaman PHK, Begini Kondisi Industri SepatuĀ
Imbal Hasil Obligasi 30 Tahun AS Tembus 5 Persen, Pertama Sejak 2007
Pertumbuhan Thailand Terkuat dalam 3 Kuartal, Tapi Masih Kalah dari RI
Rupiah Hari ini Masih Fluktuatif Cenderung Melemah





