PZZA Jadwal Dividen, Putus Tren Negatif, dan Konsisten Laba
:
0
Sejumlah pengunjung tampak menikmati sajian menu Pizza Hut di salah satu gerai Sarimelati Kencana. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sarimelati Kencana (PZZA) akan menggulirkan dividen tunai Rp5 miliar. Alokasi dividen itu, diambil dari bagian saldo laba ditahan tahun buku 2025 yang belum digunakan peruntukannya. Menyasar 3 miliar pemilik saham, para investor akan kecipratan dividen minimal Rp1,6636 per lembar.
Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 29 April 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Mei 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 11 Mei 2026.
Cum dividen pasar tunai pada 12 Mei 2026. Ex dividen pasar tunai pada 13 Mei 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 3 Juni 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025.
Sulap Rugi Jadi Untung
Ya, sepanjang 2025, Sarimelati mencatat laba bersih Rp24,75 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp109,89 miliar. Dan, total ekuitas terkumpul Rp1,03 triliun. Tahun lalu, PZZA menyudahi tren negatif. Itu setelah mengemas laba bersih Rp24,75 miliar atau melejit 133,98 persen dari episode sama 2024 tekor Rp72,83 miliar.
So, laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp8,24 dari minus Rp24,23. Penjualan bersih Rp3,05 triliun, mengalami peningkatan 9,32 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp2,79 triliun. Beban pokok penjualan Rp918,52 miliar, bengkak dari periode sama akhir tahun 2024 sebesar Rp865,61 miliar. Laba kotor terkumpul Rp2,13 triliun, menanjak dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,93 triliun.
Tren Positif Berlanjut
PZZA mengawali tahun 2026 dengan kinerja fantastis. Bagaimana tidak, baru tiga bulan pertama 2026, PZZA sudah mengantongi laba bersih Rp5,88 miliar. Melangit 1.306 persen dari episode sama tahun lalu hanya senilai Rp418,57 juta. So, laba per saham dasar menanjak menjadi Rp1,96 dari sebelumnya Rp0,14.
Penjualan bersih Rp726,86 miliar, surplus 2,79 persen dari posisi sama tahun lalu Rp707,1 miliar. Beban pokok penjualan Rp206,76 miliar, menyusut dari fase sama tahun sebelumnya Rp212,5 miliar. Laba kotor terkumpul Rp520,1 miliar, mengalami lompatan dari periode sama 2025 senilai Rp494,59 miliar.
Beban penjualan Rp467,68 miliar, bertambah dari Rp451,02 miliar. Beban umum dan administrasi Rp48,15 miliar, bengkak dari Rp45 miliar. Pendapatan operasi lainnya Rp12,24 miliar, susut dari Rp14,22 miliar. Beban operasi lainnya Rp2,26 miliar, bengkak dari Rp1,2 miliar. Laba operasi Rp14,25 miliar, melonjak dari Rp11,58 miliar.
Related News
TUGU Guyur Dividen 355,53 Miliar, Intip Jadwal Lengkapnya
AMAG Tebar Dividen Rp30 per Saham, Cum Date Besok!
Kuartal I, Laba PANI Meningkat Lebih dari 10 Kali Lipat
MLPT Tabur Dividen Rp80 per Lembar, Cum Date 8 Mei 2026
Bursa Buka Suspensi WBSA Usai Seminggu Digembok, Kini Masuk FCA!
Kinerja ABMM Tertekan, Salurkan Dividen, Tengok Bagian Lo Kheng Hong





