Q1 & Q2 Belum Terbit, RANS Ungkap Tengah Tinjau Laporan Keuangan
:
0
Ilustrasi seremoni pencatatan perdana saham RANS. Foto: AI.
EmitenNews.com - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) akan segera melakukan penelaahan terbatas atau limited review terhadap Laporan Keuangan Interim Perseroan untuk periode semester I 2026.
Sebagai informasi, kinerja RANS dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan dan tekanan. Kondisi terakhir pendapatan tahun buku 2025 RANS turun menjadi Rp353,37 miliar dipengaruhi melemahnya bisnis brand ambassador dan hilangnya kontribusi klub sepak bola. Laba bersih juga turun 41,6% YoY menjadi Rp56,7 miliar.
Keterbukaan informasi terbaru disampaikan perseroan melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis (24/7/2026).
Adapun, Laporan Keuangan Interim per 30 Maret 2026 berikut pula per 30 Juni 2026 belum dipublikasikan. RANS menargetkan menyampaikannya kepada regulator dan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan BEI.
Direktur RANS, Rumunggu Yokonapita, menyatakan penelaahan terbatas dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Teramihardja, Pradhono & Chandra. Langkah ini diambil manajemen untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan.
"Adapun, tujuan pelaksanaan penelaahan terbatas sesuai dengan pertimbangan dari Manajemen Perseroan untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas Laporan Keuangan Perseroan," ujar Rumunggu dalam keterangannya.
Pelaksanaan limited review ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik dan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tanggal 12 Desember 2025 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Langkah ini dilakukan tak lama setelah RANS resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026. Dalam IPO tersebut, perseroan melepas 2,525 miliar saham atau 20,02% dari modal disetor ke publik dan berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp429 miliar.
Dana IPO dialokasikan untuk penyelenggaraan konser sebesar 37,61%, akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia 19,80%, dan pengembangan wahana Cipungland 18,64%. Sisanya digunakan untuk modal kerja dan pelunasan sebagian utang.
RANS sendiri merupakan emiten yang bergerak di sektor media dan hiburan yang dirintis oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Related News
Pengendali Emiten HSC, Fap Agri (FAPA) Lepas 5,318 Juta Saham
Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Laba Terpangkas 46,7% di Semester I-2026
Asuransi Maximus (ASMI) Siapkan Buyback Rp17,9 Miliar
SMMA Perkuat Ekspansi Timor Leste, Suntik Simas Bank S A USD2,4 Juta
Saham HELI Diborong Dua Entitas Ini, Jumlahnya Langsung Terbang
Emiten Indomaret Grup Salim (DNET) Kantongi Clean Loan Rp2T dari SMBC





