RAJA Targetkan Rp2,8 T dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk
:
0
Foto: Raja.co.id
EmitenNews.com - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana menerbitkan instrumen obligasi dan sukuk dengan nilai total mencapai Rp2,8 triliun. Rencana emisi efek utang ini dikonfirmasi oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui ikhtisar peringkat per Rabu, 4 November 2026, yang menyematkan peringkat idA+ untuk obligasi dan idA+(sy) untuk sukuk perseroan dengan prospek stabil.
Rincian emisi korporasi ini terdiri atas penawaran Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2026 senilai maksimum Rp1,5 triliun, dengan rencana penawaran Tahap I dialokasikan sebesar Rp1,25 triliun. Secara bersamaan, perseroan juga menargetkan penerbitan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahun 2026 senilai maksimum Rp1,3 triliun, dengan penerbitan Tahap I direncanakan senilai Rp300 miliar.
Berdasarkan keterangan resmi Pefindo, dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang dan pembiayaan modal kerja. Langkah penarikan pendanaan baru ini difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan serta menopang kegiatan operasional perseroan.
Pefindo menjelaskan bahwa penilaian peringkat idA+ mencerminkan posisi pasar RAJA yang kuat, skema kontrak yang terjamin, serta profil keuangan yang solid. Meski demikian, peringkat tersebut masih dibatasi oleh risiko fluktuasi harga komoditas, tantangan pengembangan proyek, serta profil bisnis perusahaan yang relatif terkonsentrasi.
Peringkat perseroan berpeluang ditingkatkan jika RAJA mampu memperkuat integrasi bisnis antar-stream, khususnya pada segmen midstream dan downstream yang memberikan efisiensi biaya. Sebaliknya, Pefindo memperingatkan peringkat dapat mengalami penurunan apabila penambahan utang melebihi proyeksi hingga memperlemah struktur permodalan, atau terjadi risiko penipisan pasokan gas pada kontrak downstream.
Perseroan beroperasi pada segmen transmisi dan distribusi gas bumi yang didukung utama oleh kontrak pembelian bersama Grup Sinarmas. RAJA juga mengelola aset konsorsium strategis di bisnis midstream berkolaborasi dengan PT Pertamina Gas (Pertagas), serta memegang hak partisipasi bisnis hulu di blok migas Jabung, Cepu, dan Madura.
Per 30 September 2026, peta kepemilikan saham PT Rukun Raharja Tbk tercatat dikuasai oleh PT Sentosa Bersama Mitra sebesar 35,73 persen, Hapsoro sebesar 27,52 persen, PT Tirta Orisa Yasa sebesar 12,38 persen, publik sebesar 24,02 persen, serta saham treasuri sebesar 0,35 persen.(*)
Related News
Rp275 Miliar Obligasi Jatuh Tempo, SMAR Siap Rogoh Kas Internal
Gagal Bayar Kupon, Peringkat Obligasi WIKA Turun ke idD
Gagal Bayar Sukuk Rp1 T, Fitch Vonis Pos Indonesia Rating D
Besok, ULTJ Izin Right Issue Jumbo, dan Pembagian Dividen
Selain Dividen, Emiten Tambang Batu Bara Termal ini Buyback Jumbo
Anthoni Salim & Axton Salim Siapkan Suntikan Modal ke Bank Ina (BINA)





