RATU Kebut Akuisisi 1-2 Aset Hulu Migas Baru, Amankan Sumber Pendanaan
:
0
Blok migas Cepu yang dikelola PT Raharja Energi Cepu Tbk (Dok. RATU)
EmitenNews.com - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyatakan akan meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru, baik di dalam maupun luar negeri, dengan memanfaatkan momentum kuatnya dukungan investor serta komitmen perseroan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kami akan meningkatkan upaya akuisisi mengingat dukungan yang sangat baik dari investor selama penerbitan obligasi dan sukuk baru-baru ini. Di sisi lain, kami juga memiliki fleksibilitas pendanaan melalui fasilitas perbankan maupun opsi penerbitan saham baru,” ujar Sumantri Suwarno, Presiden Direktur RATU, di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Emiten milik pengusaha Hapsoro ini menyatakan sedang mengevaluasi beberapa aset migas baik di dalam maupun luar negeri dan diharapkan bisa dilakukan satu atau dua perjanjian pembelian bersyarat, jika memenuhi parameter investasi yang telah ditetapkan.
Tepat setahun setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari 2025, RATU membukukan pertumbuhan laba sebesar 10 persen menjadi USD 15,26 juta pada tahun 2025, di tengah langkah efisiensi operasional yang konsisten dan terukur.
Di sisi pengembangan bisnis, RATU telah memenangkan tender internasional atas penjualan 100% saham SMS Development Limited (SMSD), perusahaan yang memiliki 20% kepemilikan di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), operator Blok Madura Strait. Akuisisi ini memperkuat posisi RATU sebagai perusahaan investasi hulu migas yang terus bertumbuh secara anorganik.
Di sisi pendanaan, keberhasilan penerbitan Obligasi I dan Sukuk Wakalah I RATU Tahun 2026 senilai total Rp800 miliar yang tercatat oversubscribed 6,8 kali — dengan total permintaan investor mencapai Rp5,46 triliun — menunjukkan keyakinan kuat pasar terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perseroan.
Ke depan, RATU akan terus mengoptimalkan struktur pendanaan melalui kombinasi obligasi, sukuk, fasilitas kredit perbankan, dan instrumen pasar modal lainnya guna mendukung strategi ekspansi aset yang agresif dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.
Related News
DILD Pangkas Utang Rp1T, Fokus Perkuat Neraca Ketimbang Bagi Dividen
SCCO Sepakati Tebar Dividen Rp82,23 Miliar, Imbal Hasil 4,55 Persen
DSSA Puasa Dividen, Mantan Petinggi Grup Lippo Kini Ditarik Sinar Mas!
Raup Laba USD230 Juta, DSSA Putuskan Absen Bagi Dividen
Laba Q1-2026 Melesat, CBUT Genjot Hilirisasi Sawit
SDPC Pertahankan Sertifikasi Internasional ISO, Perkuat Standar Bisnis





