EmitenNews.com - Pencapaian realisasi investasi di Tanah Air menggembirakan. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendata, pada Semester I Tahun 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Terjadi pertumbuhan 7,2 persen (Year-on-Year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ada lima lokasi wilayah favorit investor. Di luar Jawa, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah.

Bagusnya lagi, investasi yang ada berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia, yang berarti meningkat 15 persen (YoY).

Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (18/7/2026), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani menyampaikan, capaian realisasi investasi itu telah memenuhi 49,5 persen dari target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. 

Secara triwulanan, pada Triwulan II Tahun 2026 realisasi investasi tercatat Rp511,8. Ada peningkatan 7,1 persen (YoY), dengan menyerap 742.293 tenaga kerja Indonesia. Rosan menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga. Padahal, dunia saat ini masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, dan perubahan lanskap perdagangan internasional.

Menariknya, pada kuartal kedua saat ini untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir Tiongkok investasinya lebih agresif melalui Hongkong. Alhasil, posisi pertama PMA (Penanaman Modal Asing) di kuartal kedua di Indonesia, ditempati oleh Hongkong dengan USD5 miliar.

Realisasi investasi asing pada Triwulan II Tahun 2026 dipimpin oleh Hong Kong, RRT, kemudian disusul Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Kelima negara tersebut berkontribusi sebesar 79,6 persen terhadap total investasi asing yang masuk ke Indonesia. 

Pada periode ini, realisasi PMA tercatat sebesar Rp257,7 triliun (50,4 persen), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp254,1 triliun (49,6 persen).

Pada Triwulan II Tahun 2026 ini, lokasi investasi di luar Pulau Jawa tetap mendominasi dengan nilai Rp256,5 triliun (50,1 persen), sedangkan investasi di Pulau Jawa mencapai Rp255,3 triliun (49,9 persen). Hal ini menunjukkan semakin meratanya penyebaran investasi di berbagai wilayah Indonesia. 

Lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta (Rp94,9 triliun), Jawa Barat (Rp61,3 triliun), Maluku Utara (Rp40,2 triliun), Jawa Timur (Rp40,1 triliun), dan Sulawesi Tengah (Rp36,6 triliun). 

Total Realisasi Investasi Untuk PMA Rp507,6 Triliun