Refinancing, TBIG Sodorkan Obligasi Rp2,67 Triliun
:
0
Industri tower berkembang pesat menyusul penggunaan data terus melonjak. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Tower Bersama (TBIG) akan menerbitkan obligasi Rp2,67 triliun. Surat utang itu bagian dari obligasi berkelanjutan VI dengan proyeksi maksimal Rp20 triliun. Dan, perseroan telah menerbitkan senilai Rp10,5 triliun.
Nah, Kali ini perseroan menjajakan obligasi Rp2,67 triliun dalam dua seri. Seri A sebesar Rp804,924 miliar dengan tingkat bunga tetap 7 persen per tahun berjangka 3 tahun. Lalu, seri B Rp1,87 triliun dengan tingkat bunga tetap 7,25 persen per tahun berdurasi lima tahun.
Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan. Di mana, bunga obligasi pertama akan dibayar pada 21 Juni 2025. Sedang bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan dibayar pada 21 Maret 2028 untuk seri A, dan 21 Maret 2030 untuk seri B. Pelunasan seluruh obligasi dilakukan secara penuh saat jatuh tempo.
Seluruh dana hasil obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebesar Rp228,1 miliar untuk melunasi utang Solusi Sindo Kreasi Pratama (SKP), sejumlah Rp311,9 miliar membayar utang Solusi Menara Indonesia (SMI) kepada Citibank, N.A., senilai Rp243,4 miliar untuk membayar pinjaman bergulir Tower Bersama Group (TB) kepada Bank BNP Paribas Indonesia.
Selanjutnya, Rp306,8 miliar melunasi utang TB kepada Bank Negara Indonesia,sebesar Rp214,1 miliar untuk melunasi utang SKP, sebesar Rp435,9 miliar untuk memiayar utang TB kepada Bank Danamon Indonesia, senilai Rp250,0 miliar untuk melunasi utang TB kepada Bank Rakyat Indonesia, sejumlah Rp90 miliar membayar utang SKP kepada Bank UOB Indonesia, dan sisanya melunasi utang TB kepada Bank DBS Indonesia.
Dan, jadwal obligasi perseroan menjadi sebagai berikut.
Masa penawaran umum obligasi pada 17 & 18 Maret 2025. penjatahan pada 19 Maret 2025. Pengembalian uang pemesanan pada 21 Maret 2025. Distribusi obligasi secara elektronik pada 21 Maret 2025. Dan, pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 24 Maret 2025. (*)
Related News
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M
TAMA Minta Restu Pemegang Saham untuk Jual Aset Premium di Jaksel





