EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan 9 hari hijau berturut-turut pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Hingga pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 6.278,254 atau naik 46,474 poin (+0,75%), dan sempat menyentuh level tertinggi 6.286,227.

Berdasarkan data RTI Business, penguatan IHSG ditopang 317 saham menguat, 128 saham melemah, dan 238 saham stagnan. Volume transaksi tercatat 2,917 miliar saham dengan nilai turnover Rp1,175 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa naik menjadi Rp10.944,238 triliun.

Sentimen penguatan pagi ini sejalan dengan riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) dalam risetnya Selasa, 21 Juli 2026. Menurut Head of Research MASI, Rully Arya Wisnubroto mengatakan IHSG melanjutkan tren rally selama 9 hari beruntun, ditopang saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat serta saham-saham konglomerasi. "Barito Group tampil menonjol" menjadi salah satu motor penguatan.

Arus dana asing juga masih masuk ke saham-saham kunci. Mirae mencatat net buy asing ke TPIA, BRPT, dan BBRI menopang kenaikan IHSG. Secara total, net buy asing di pasar reguler mencapai sekitar IDR157 miliar. BBRI dan TLKM sebagai big caps dengan fundamental kokoh juga memberikan dukungan signifikan.

Namun, terjadi rotasi di saham blue chip lain. Investor asing justru mencatatkan outflow besar di BMRI sekitar IDR239 miliar dan ASII sekitar IDR173 miliar.

Di sisi makro, Rupiah kembali melemah ke level 17.942 per USD. Mirae memperkirakan pelemahan ini dipicu kehati-hatian investor menjelang RDG BI bulan ini, dengan proyeksi kenaikan suku bunga lanjutan 25 bps menjadi 6,0%. Sementara itu harga minyak WTI menguat ke USD83,23/barel.

Senior Analyst MASI, Muhammad Nafan Aji, menyebut IHSG masih berpeluang lanjut menguat. Support IHSG berada di 6.137 & 6.012, sementara resistance di 6.261 & 6.416.

Saham Paling Aktif & Arus Asing

5 saham paling aktif diperdagangkan: BBCA, TPIA, BMRI, BBRI, BRPT.  

5 saham paling banyak dibeli asing: TPIA, BRPT, BBRI, BNBR, DEWA.