EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melaju pada pembukaan perdagangan Kamis (8/10/2026) meski terpantau sedikit volatil.

Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 12,99 poin atau +0,21% ke level 6.159,717. IHSG dibuka di 6.154,971 dengan level tertinggi 6.160,828 dan terendah 6.152,281.

Volume tercatat 1,276 miliar saham, turnover Rp 146,952 miliar, dengan 203 saham menguat, 131 melemah, dan 293 stagnan.

Penguatan pagi ini terjadi setelah IHSG terkoreksi 0,75% ke 6.146,72 pada perdagangan kemarin.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) dalam Embun Pagi (8/10/2026) menyebut rebound tertahan. 

"Yield AS Kembali Naik, Rebound IHSG Tertahan," tulis Head of Research MASI, Rully Arya Wisnubroto.

Mirae mencatat IHSG terkoreksi setelah tiga hari menguat, dengan foreign net sell membesar menjadi Rp871 miliar. BBCA dan GOTO mencatat outflow terbesar, sementara BBRI masih membukukan inflow.

Wall Street juga terkoreksi tipis, S&P 500 dan Nasdaq turun 0,2%, sementara Dow turun 0,7%. UST10Y sempat menyentuh 5,36% sebelum turun kembali ke 5,28% setelah lelang Treasury yang cukup kuat. Brent bertahan sekitar USD100/barel.

Untuk sentimen dan proyeksi, Mirae melihat, "Kami melihat external backdrop masih challenging. Cadangan devisa yang stabil menunjukkan buffer BI tetap kuat, tetapi tingginya UST yield dan foreign selling membatasi ruang rebound IHSG. Fokus tetap pada Rupiah, arah UST, dan apakah Brent dapat turun secara berkelanjutan di bawah USD100."

Mirae mencatat cadangan devisa September relatif stabil di USD146,3 miliar dari USD146,5 miliar, tetap memadai untuk 5,3 bulan impor.